Agustus 27, 2019

Aliyansyah : Masyarakat-Hutan Bakau Bisa Hidup Berdampingan

Aliyansyah (foto usman batara rupi/kk)
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Pernyataan disampaikan salah satu tokoh masyarakat di Balikpapan, Aliyansyah, terkait kawasan mangrove atau hutan bakau. Dia menegaskan, masyarakat jangan sampai merusak hutan bakau, karena banyak makhluk tergantung dari keberadaan hutan bakau, seperti ikan, kepiting dan juga berbagai jenis hewan lainnya. Termasuk fungsi hutan bakau yang sangat penting bagi manusia, yaitu menjaga abrasi pantai. 

Sudah banyak contoh pemukiman warga rusak, karena hutan bakau yang gundul, hingga saat terjadi angin besar langsung menerjang pemukiman warga, termasuk  ancaman banjir jika hutannya gundul. 


Namun sisi lain, menurut Aliyansyah, antara masyarakat dengan hutan bakau atau ekosistem mangrove bisa hidup berdampingan. "Masyarakat dan hutan bakau, bisa berdampingan. Asal jangan merusak ekosistem hutan bakau. Di hutan bakau ada kepiting  bertelur, ikan bertelur, dan berbagai makhluk lainnya. Masyarakat perlu menjaga itu," sebut Aliyansyah. 

"Jadi pada dasarnya, hutan bakau bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk pemukiman, asal di space (ruang) kosong. Dan jangan merusak ekosistemnya. Hal ini perlu menjadi pertimbangan Pemkot, apalagi masyarakat sekitar yang berprofesi nelayan, yang memang hidupnya di kawasan pesisir," urai dia. 

Dia mencontohkan di negara tetangga seperti Brunei Darussalam, hidup berdampingan antara warga dengan hutan bakau. "Termasuk perlu diperhatikan, masyarakat jangan membuang limbah di hutan bakau,  baik itu limbah rumah tangga, apalagi limbah kimia. Jadi, pada dasarnya hutan bakau bisa dimanfaatkan warga, asal pada space kosongnya. Dan sudah ada contohnya di negara tetangga," tegas Aliyansyah. (usman)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM