Maret 21, 2019

Struktural DPK GMNI Migas Terbentuk, Begini Susunannya

Komisaris GMNI STT Migas Balikpapan Periode 2019-2020 Alka Arya (kiri) bersama Sekretaris DPK GMNI STT Migas Balikpapan demisioner, Meikel Arruan (Kanan)

BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID - Struktural Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) STT Migas Balikpapan Periode 2019-2020 resmi terbentuk. Nama-nama yang menjadi jajaran DPK tersebut ditetapkan dalam rapat Tim Formatur.

Dari rapat Tim Formatur yang dipimpin langsung komisaris GMNI STT Migas periode 2019-2020 terpilih itu menghasilkan susunan DPK sebagai berikut.

Maret 20, 2019

Terapi LSWT di RS MMC Surabaya (2)

Cari Penyebab DE, Terapi LSWT sebagai Pilihan Terakhir

Operator LSWT RS Manyar Medical Centre Surabaya
DOKTER Wisnu Laksamana, SpU adalah alumnus Universitas Airlangga,  menguraikan, ketika ada pasien datang dengan keluhan gangguan disfungsi ereksi (DE), maka langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan secara holistik untuk mencari akar persoalan. 

Apakah gangguan tersebut berkaitan dengan psikososial, gangguan medis atau gabungan keduanya. Kasus pengaruh psikososial, misalnya bagaimana hubungan suami istri, lingkungan tempat kerja, lingkungan keluarga dan masalah kehidupan sosial lainnya. 

“Masalah kehidupan sosial pasien perlu kita gali, karena erat kaitannya dengan DE. "Banyak lo, orang DE itu disebabkan karena faktor psikis atau pikiran,” kata Wisnu. 

"PEMBERANTASAN KORUPSI DI NEGERI TERSANGKA?"

oleh : Ozzy Sulaiman Sudiro (Ketua Umum KWRI/Sekjen Majelis Pers)

KORUPSI telah menjadi budaya bodoh orang Indonesia, dari anak SD sampai S3 hingga lulus, kerja dan menjadi pejabat berkuasa, bahkan pengusaha besar ataupun kecil juga ikut korupsi. 

Budaya korupsi memang telah mendarah daging dan akan sulit dihilangkan, kecuali ada rekontruksi negara yang valid dan dapat diterima masyarakat, ketidakadilan inilah yang mengawali budaya korupsi. Hilangnya budaya rasa malu kian hari kian pudar, karena segala kebutuhan hidup para pejabat belum terbayar? 

Bahkan urat malu pun sudah putus oleh syahwat yang begitu rakus, tak peduli rizki hasil haram, asal diam-diam tidak ketahuan. Hanya budaya malu inilah yang mampu memfilter sifat dan karakter bangsa ini, yang semestinya perlu dilestarikan, sebagai pusaka warisan leluhur yang taat dan patuh pada kultur, tradisi peninggalan nenek moyang kita bangsa yang berbudi luhur, bermartabat penuh tafakur. Mungkin tak menyangka atau menduga bahkan tercengang ketika mata dan telinga kita setiap hari disuguhkan oleh media-media :  atas tertangkapnya "Para bedebah" itu.....!!! Seperti sirkus badut penuh lelucon, berakrobat di pasar malam, sebagai pelepas lelah hiburan ahir pekan. 

Sejak Deklarasi, Simpati dan Dukungan untuk Prof Mengalir

Beberapa Nama Mulai Disandingkan untuk Mendampingi Prof Maju Jalur Independen 


Prof saat deklarasi pada Minggu 17 Maret 2019 lalu di kawasan Balikpapan Permai (ist/kk)
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Sejak deklarasi pencalonan Suriansyah (Prof) yang bakal maju calon Walikota Balikpapan jalur independen, Minggu 17 Maret 2019 lalu, simpati dan dukungan untuk Prof makin bertambah. Sebagian arus bawah yang ingin pemimpin alternatif Balikpapan ke depannya, melihat figur Prof dinilai tepat, merakyat dan selalu membela kepentingan rakyat. 

Prof sendiri tak menampik, dukungan berbagai pihak yang terus mengalir. Termasuk masukan nama-nama yang diniai tepat untuk menjadi calon wakil walikota jalur independen mendampingi dirinya. "Terima kasih untuk dukungan dan perhatiannya. Tetap konsisten dalam menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat," sebut Prof merendah. 

"Tingkatkan Jumlah Peneliti di Indonesia"


JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai satu diantara banyak hal yang menjadi kebanggaan Indonesia adalah keberagaman seni dan budaya. Namun sayangnya, kini keberagaman seni dan budaya tersebut mulai terdisrupsi oleh benturan akibat berbagai politisasi. Jika tidak pandai menyiasati, Indonesia malah akan terjebak menjadi arena pertarungan antar ideologi yang tak sejalan dengan jati diri. Padahal, para founding fathers sudah menyepakati Pancasila sebagai ideologi dan way of life bangsa Indonesia.

"Di era disrupsi teknologi dan informasi akibat Revolusi Industri 4.0 ini, pembangunan bangsa menjadi tidak mudah. Perlu penyelarasan berbagai perbedaan yang beranekaragam. Atas dasar hal itulah, upaya memperkuat penelitian, khususnya kualitatif, harus dilakukan. Sehingga bisa menyerap berbagai realitas masyarakat dan memberikan solusi pembangunan yang sejalan dengan cita-cita bangsa dan negara," ujar Bamsoet saat menjadi Keynote Speaker Seminar dan Lokakarya Kualitatif Indonesia 2019, diselenggarakan Universitas Matana bersama Indonesia Qualitative Research Association, di DPR RI, Jakarta, Selasa (19/03/2019).

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM