Januari 17, 2019

Jalan Ranpul - Sangatta Nyaris Putus

Jalan Ranpul- Sangatta longsor. (baharsikki/kk)
KUTIM, KABARKALTIM. CO.ID- Kondisi jalan sepanjang tiga puluhan kilometer penghubung Sangatta – Rantau Pulung (Ranpul) sehaggian besar tiap tahun kualitasnya semakin meningkat. Ada yang diaspal, ada yang tahap pengersan, serta ada pula yang berdebu dan berlumpur. Namun pada titik- titik tertentu masih ada jalan rusak berlubang dan longsor.
Lubang jalan lumayan banyak. Aspal jalan sebagian sudah rusak. Yang memprihatikan adalah longsoran dekat venue arum jeram Porprov. (Pekan Olahraga Provinsi, Red) VI/2018. Di sana kondisi badan jalan sudah longsor sedalam 180 centimeter. Kendaraan hanya bisa melintas di bahu jalan pengerasan sebelah kiri dari arah Sangatta.

Batik Wakaroros Diminati, Sayang Produksinya Masih Terbatas

Masriah membatik. (baharsikki/kk)
KUTIM, KABARKALTIM. CO.ID- Batik khas Kutai Timur (Kutim) wakaroros sudah dipatenkan. Peminatnya terus bertambah. Produksi batik wakaroros dalam skala industri rumah tangga (home industry) di SP-5 Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Rantau Pulung.
Pembatik Masriah mengaku, hasil kerajinan kain batik yang di cap maupun di tulis canting di kediamanya dijual dengan harga Rp 250.000,- ukuran kain panjang 2 meter. Kalau di luar (tempat lain) harganya harga batik wakaroros lebih mahal.

Pabrik Singkong Ranpul Operasinya Terseok -seok


Pzbrik singkong di Rantau Pulung. (baharsikki/kk)
KUTIM, KABARKALTIM. CO.ID- Dalam kegiatan usaha tak selalu ada rintangan. Seperti pembangunan pabrik singkong gajah di SP-7 Desa Kebon Agung, Kecamatan Rantau Pulung (Ranpul) bantuan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Sudah tahunan jadi, dan gonta-ganti manejemen, tapi keberadaan pabrik singkong tersebut belum banyak memberi manfaat peningkatan pendapatan warga setempat..

"Gerakan Politik Kesukarelaan"

catatan : raga affandi (pemimpin redaksi kabarjateng.co.id) 


PENGALAMAN tak terlupakan adalah ketika mengikuti acara deklarasi non partisan di Yogyakarta tahun 2014 lalu. Deklarasi saat itu melibatkan banyak sekali seniman seperti Butet Kertarajasa, Bramantyo, Landung Simatupang, dan lain-lain. Bertempat di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Seorang tukang becak mengaku menyumbangkan uang limapuluh ribu rupiah agar bisa ikut pawai becak dalam acara tersebut. Para penari berdandan atas biaya sendiri; para pengisi acara, salah satunya Jogja Hiphop yang terkenal dengan lagunya Jogja Istimewa, menyumbangkan lagunya tanpa dibayar. Para peserta tumpah ruah memenuhi alun-alun utara bersolek kegembiraan. Hebatnya lagi, para pemotor PDIP yang biasa gembar-gembor knalpot motor, mendadak adem dan menyimak acara dengan takzim. 

Ketua DPR Dukung PWI Bentuk Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu

PWI dan IJTI saat silaturahim bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo
JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung langkah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) membentuk Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (MAPILU). Keaktifan berbagai elemen bangsa dalam memantau jalannya Pemilu akan berdampak positif terhadap perkembangan demokrasi di Tanah Air.

"Pers yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, bahkan sampai ke pelosok desa, merupakan kekuatan sosial yang harus dimanfaatkan dalam memantau jalannya Pemilu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) perlu menjalin kerjasama dengan pers," ujar Bamsoet saat menerima perwakilan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Pusat), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Dewan Pers, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu (16/01/2019).

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM