Minggu, 22 Januari 2017

Lusiano : Jangan Usik Kedamaian di Borneo Hanya karena Perbedaan Agama

 Demo Penolakan FPI di Balikpapan 


Lusiano membaur bersama para pendemo menolak FPI di Balikpapan
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Berbagai ormas Minggu (22/1/2017) melakukan demo damai menolak FPI di Kota Balikpapan. Aksi demo dimulai dari kawasan Balikpapan Permai (BP), kemudian massa menuju perempatan lampu merah BC dan melakukan orasi. Gabungan ormas, termasuk elemen mahasiswa seperti dari PMII. 

Salah satu aktivis Dayak Borneo yang juga advokat Ir Lusiano SH MSi ikut mengomentari mengenai penolakan FPI di Kota Balikpapan. Lusiano juga membaur bersama para pendemo.


"Untuk apa FPI masuk di Balikpapan. Kalau Islam/saudara Muslim ada yang ganggu dan masjid ada yang ganggu, Dayak siap.membela di Borneo tanah Dayak. Jangan sampai FPI masuk, kami Dayak bersaudara ada Islam, ada Kristen dan Katholik, ada Hindu, sekarang aman-aman saja, jangan sampai kami diusik-usik Borneo jadi tidak aman," beber Lusiano.

"Jangan katakan kami Dayak Kafir, jangan katakan kami Dayak biadap. Kami benar suku Dayak asli Borneo tapi agama kami bukan Dayak, agama kami ada Muslim, Kristen, Katholik dan Hindu serta Budha. Kami beradab dan beradat, apapun agama kami di Borneo ini adat kami junjung,  jadi jangan sembarangan mengkafir-kafirkan kami. Nenek saya pesan dulu, sepintar apapun kamu dan sehebat apapapum agamamu, kalau kamu tidak beradat tak ada gunanya," beber dia. 

Masih kata dia, jangan usik kedamaian dan adat di Borneo hanya karena perbedaan agama.  "Kami di Borneo orang beragama dan beradat, kami tidak menolak adat dan agama yang datang serta masyarakat adat lain datang ke Borneo. Yang kami jaga jangan sampai agama dijadikan tameng untung memancing perselisihan dan adat kami tetap ada abadi biar dia beragama apapun kalau dia Dayak, Dayaklah dia," kata Lusiano.

"Hanya orang yang tidak beradat yang saling bermusuhan dan bertentangan dengan alasan agama. Ayo kita bangsa Nusantara yang sudah berikrar menjadi NKRI, apapun adatnya dan apapun agamanya, NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila dan UUD 45 dasar negaranya, bukan agama," tutup Lusiano. (tim kk)

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM