September 14, 2019

DPRD Balikpapan Terima Petisi Penolakan Kenaikan Iuran BPJS dari Gepak Kuning

Minta Presiden Batalkan Rencana Kenaikan Iuran 

Ketua Umum Gepak Kuning Suriansyah (Prof) bersama anggota DPRD Balikpapan Taufik saat aksi damai (munawar/kk)
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Aksi damai penyampaian petisi menolak kenaikan iuran BPJS kesehatan yang dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Putera Asli Kalimantan (Gepak) atau Gepak Kuning Kota Balikpapan, diterima langsung anggota DPRD Balikpapan. 
Aksi tersebut digelar di depan kantor DPRD Balikpapan, Jumat (13/9/2019) pagi. Dalam orasinya, Ketua Umum Gepak Kuning Kalimantan Suriansyah (Prof) meminta dengan tegas kepada pemerintah pusat untuk membatalkan rencana kenaikan tarif iuran BPJS yang direncanakan naik sekitar seratus persen. 

Massa dari Gepak Kuning saat menyampaikan aksi damai penolakan iuran BPJS Kesehatan (munawar/kk)
Massa mendesak DPRD Kota Balikpapan agar dapat menyampaikan tuntutannya kepada Presiden Joko Widodo, terkait aksi tersebut. "Dengan tegas kami menolak kenaikan iuran BPJS kesehatan. Sangat memberatkan kepada masyarakat. Untuk itu kami minta Bapak Presiden untuk membatalkan rencana tersebut," kata Suriansyah yang akrab dipanggil Prof.

Tuntutan pendemo diterima anggota DPRD Balikpapan, melalui Taufik Qul Rahman bersama Riri Saswita Diano serta Ardiansyah. Di hadapsn massa, Taufik berjanji meneruskan isi tuntutan masyarakat yang disampaikan oleh Gepak Kuning.

"Kami mewakili anggota DPRD Balikpapan, akan meneruskan aspirasi rekan-rekan dari Gepak Kuning, terkait penolakan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan. Saya kira harus kita dukung, ini menyangkut masalah kepentingan masyarakat," ujar Taufik di depan massa.
Ratusan massa yang melakulan aksi damai kemudian membubarkan diri dengan tertib setelah penyerahan petisi tuntutan diterima DPRD. (munawar)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM