Agustus 02, 2019

Jungle Survival Skill part 1 : Tingkatkan Kemampuan Hadapi Hewan Liar

Workshop Gelaran Yayasan Jejak Pulang 

Workshop jungle survival skill gelaran Yayasan Jejak Pulang
SAMBOJA, KABARKALTIM.CO.ID-Tepatnya pada 27 Juli 2019 lalu, Yayasan Jejak Pulang mengadakan workshop : “Jungle Survival Skill” dengan mengambil tema “penanganan hewan liar berbisa & kasus gigitan hewan liar berbisa”. Kegiatan dilakukan di aula Balitek KSDA Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). 

Yayasan Jejak Pulang adalah yayasan non profit yang bekerja sama dengan BKSDA dan Balitek KSDA Kaltim untuk program penyelamatan dan rehabilitasi serta pelepasliaran orangutan. 

Dalam usaha mewujudkan visinya, Yayasan Jejak Pulang banyak melakukan kegiatan operasional di dalam hutan Kalimantan, sehingga karyawan Yayasan Jejak Pulang berhadapan langsung ataupun tidak langsung dengan berbagai jenis hewan liar yang ada. 

Usai gelaran workshop dilakukan sesi foto bersama
Beberapa hewan liar tersebut mempunyai dampak risiko negatif terhadap manusia, salah satunya adalah jenis hewan berbisa (khususnya jenis hewan ular). Diharapkan dengan workshop yang dilakukan, para peserta akan mendapatkan pengetahuan tentang penanganan hewan liar berbisa dan kasus gigitan hewan liar berbisa. 

Workshop ini menghadirkan narasumber  drh Amir Ma’ruf, MHum, Balitek-KSDA Senior Researcher Burhan Tjaturadi MSc, Senior Herpetology Researcher Dr dr Tri Maharani MSi SpEM, Emergency Medicine Specialist at the Department of Emergency Medicine, Advisor Temporary WHO of Snake Bite, Coordinator and Founder RECS Indonesia. 

Sebagai moderator Satriyo Susito, workshop dibuka oleh Hery Estaman selaku Ketua Yayasan Jejak Pulang. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Jejak Pulang mengatakan bahwa tujuan diadakannya workshop singkat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan karyawan YJP dalam menghadapi hewan liar di lapangan. 

"Juga menjalin kerjasama yang baik dengan stakeholder dan unit-unit pelayanan jasa kesehatan sekitar, serta menjalin kerjasama yang baik dengan LSM/organisasi lingkungan hidup lainnya" ungkap Hery Estaman.

Workshop diikuti oleh 52 partisipan yang terdiri dari Balitek KSDA, BKSDA Kaltim, BKSDA seksi Balikpapan, BKSDA seksi Tenggarong, KWPLH, Pukesmas setempat, Klinik RS Restu Ibu, Koramil, Organisasi Pecinta Alam Universitas setempat, ProNatura, Inhutani, BOSF, ISS security agency, Rumah Sakit ABADI Samboja, SMA setempat, Untag Samarinda, Uniba Balikpapan dan tokoh masyarakat setempat. Acara sendiri dimulai pukul 08.30 Wita dan selesai pukul 16.30 Wita. Diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan dan sesi foto bersama. (*/rahman)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM