Februari 11, 2019

SPN: Karyawan Sabhantara Bukan Binatang

Demonstran di lapngaan Setkab Kutim. (baharsikki/kk/)
KUTIM,KABARKALTIN.CO.ID- Serikat Pekerja Nasional (SPN) berunjuk rasa memperjuangkan hak-hak karyawan perkebunan kelapa sawit PT Sabhantara Rawi Sentoso yang beroperasi di wilayah Kaabupaten Kutai Timur. Demonstran bergerak dari Jalan Abdul Wahap Syahrani, Sangatta, pukul 09.30 waktu setempat menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi di Kawasan Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Senin (11/2/2019).

Puluhan Pengunjuk rasa membentangkan spanduk beragam tulisan kalimat serta mengipas-ngipaskan bendera SPN, bendera merah putih sambil melakukan orasi tuntutan di halaman Kantor Disnakertrans. Setelah itu pengunjuk rasa bergeser ke Kantor Bupati sekitar dua ratus meter jaraknya.
Di lapangan Setkab Kutim Bukit Pelangi, melakukan orasi menggunakan pengeras suara. Awalnya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan didaulat untuk menemui SPN. Tapi pengunjuk rasa menolak. “Kami ingin bertemu bupati. Kalau bukan bupati. Kami akan siap bermalam,” tegas Ketua SPN Tretus di hadapan para tim pengaman gabungan.
Berkat jalinan komunikasi, akhirnya Bupati Ismunanda menemui buruh yang tergabung dalam SPN. Di Hadapan bupati Kutim, “Karyawan Sabhantara bukan binatang,” teriak ketua SPN Kutim. Karyawan Sabhantara bukan sapi atau kerbau. Karyawan Sabhantara adalah manusia yang minta diberikan hak-haknya.
SPN sudah diberi kuasa oleh karyawan Sabhantara Rawi Sentosa untuk memperjuangkan hak-haknya,” kata Pretus dengan lantang.
Adapun tuntutan SPN di antaranya: 7 jam kerja bukan borongan serta tak diberi waktu lembur; terjadi pemutusan hubungan kerja secara sepihak tanpa pesangon; karyawan tidak dberi hak cuti; status karyawan ada yang tidak jelas; serta sopir tidak diberi uang makan, tak ada uang dinas.
Kalau terjadi kerusakan mobil, sopir yang harus bertanggungjawab memperbaiki, bukan perusahaan,” beber Pretus.
Berikut, gaji karyawan tiap bulan dipotong tapi mereka tidak mendapat jaminan kesehatan nasional yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Anak sekolah kadang terlantar, lantara mobil bus jemputan biasa dipakai untuk angkutan lain pada hari belajar di sekolah. Karyawan kerja malam tidak diberi makan.
Mendengar tuntutan SPN, bupati Kutim dengan sikap santai menyamput pengunjuk rasa. “Saya segera panggil manajemen Sabhantara untuk mendengar apa sebenarnya yang terjadi. Dan solusinya seperti apa,” kata Ismunandar di bawa terik mentari jelang siang.
Pemkab Kutim, lanjut Ismunandar, tidak bisa mengambil sikap sepihak sebelum mendengar keterangan Sabhantara terkait dengan tuntutan SPN. Perlu ada pertemuan triparti dalam menyelesaikan masalah ini. Mediasi akan dilakukan guna bersama-sama bagaimana hak-hak karyawan bisa dipenuhi perusahaan tanpa melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perusahaan, minggu ini, kami panggil duduk bersama-sama untuk mediasi. Tuntutan karyawan, itu saja ‘kan,” janji Ismunandar sesaat pendemo jalan kaki melanjutkan perjuangan ke Kantor DPRD berjarak puluhan meter di Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi. (baharsikki)

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM