Februari 04, 2019

"Progres Pelabuhan Kenyamukan dan Bandara Sangkima Masih Nol"

Kasmidi Bulang
KUTIM, KABARKALTIM.CO.ID- Pekerjaan tahap lanjutan proyek pembangunan pelabuhan Kenyamukan dan Bandara Sangkima terkesan jalan ditempat. Pasalnya, pada Minggu (17/2/2019) genap tiga tahun kepemimpinan Ismunandar sebagai bupati Kutim, dan Kasmidi Bulang sebagai wakil bupati Kutim.
Padahal, salah satu janji kampanye Pilkada 2015 silam pasangan Ismunandar- Kasmidi Bulang akan memprioritaskan menuntaskan pembangunan pelabuhan Kenyamukan dalam wilayah Sangatta Utara, dan Bandara Sangkima dalam wilayah Kecamatan Sangatta Selatan.
Bahkan, 2016 pasca pelantikan, pernah dijadwalkan akan diresmikan pengoperasian pelabuhan Kenyamukan karena pelabuhan itu masuk tol laut yang melayani rute Sangatta- Makassar- Surabaya dan Sebatik, Nunukan. Namun waktu itu pelabuhan Kenyamukan belum difungsikan lantaran bangunan Cashway belum rampung.

Progres Pelabuhan Kenyamukan dan Bandara Sangkima masih nol,” tandas Wakil Bupati Kasmidi Bulang dalam rapat koordinasi dilangsungkan di ruang Meranti, Kantor Bupati Bukit Pelangi, Senin (4/2/2019).
Di hadapan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, wakil bupati Kutim
Bandara Sangkima
mewanti-wanti bawahannya agar progres pembangunan pelabuhan dan bandara betul-betul dilaksanakan. Maksdunya, diketahui, apa-apa saja yang sudah dikerjakan, serta apa-apa yang perlu dibenahi segera. Ini sudah berjalan tiga tahun kepemimpinan ini, tiap “coffee morning” tiap pekan pembahasan pelabuhan selalu muncul. Tapi realitas di lapangan pembangunan belum terlaksana sesuai apa yang diharapkan.
Yang dibahas tiap rapat terkait dengan pelabuhan itu-itu saja. Maksud saya buatkan progres. Misalnya, bulan ini, ini yang dikerjakan. Bulan berikutnya iitu dikerjakan. Kalau begini proyek tidak jalan-jalan,” tegas wakil bupati Kutim.
Pemkab Kutim 2019 menganggarkan Rp 11 miliar untuk pengembangan pembangunan pelabuhan Kenyamukan dan Bandara Sangkima. Sayang, kalau APBD Kutim ini tidak terserap lantaran ada masalah yang perlu diselesaikan lebih dahulu, baru biar penggunakan uang miliaran rupiah tersebut tepat sasaran. Kalau perlu bentuk tim khusus untuk mengkoordinasikan percepatan penyelesaian bangunan pelabuhan dan bandara.
Terkait pelabuhan Kenyamukan, Sekretaris Dinas Perhubungan Teguh mengatakan, master plan pelabuhan belum jadi. Juga penyerahan aset pelabuhan dari pemerintah pusat ke daerah belum dilakukan. Bangunan dermaga pelabuhan Kenyamukan yang ada saat ini, itu dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Untuk proyek cashway belum dilelang.
Sedangkan pengembangan Bandara Sangkima terbentur pada lahan. Dahulu Bandara Sangkima masuk dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Namun sebahagian TNK sudah diubah peruntukan menjadi Area penggunaan lain (enclove) 7.816 hektare. Dari 7.816 ha tersebut ada dalam penguasaan PT Pertamina. Bandara Sangkima itu dibangun oleh Pertamina. Proses pelimphan hibah lahan dari TNK ke Pertamina, dan dari Pertamina ke Kementerian Perhubungan belum dilakukan. Prosesnya masih panjang.
Peralihan bandara dari Sangkima ke Bandara Tanjung Bara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) masih dalam kajian. Mana yang lebih cepat, itu yang akan diseriusi. (baharsikki)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM