Minggu, 24 Juni 2018

Usai PMK Terima Penghargaan, Kantor Bupati Terbakar

Aksi terima penghargaan. (baharsikki/kk)
KUTIM, KABARKALTIM.CO.ID- Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) buktikan keunggulan hingga berhasil merebut juara I (piala bergilir) pada kompetisi Rescue Challenger tingkat Kaltim yang dihelat di Kota Bontang 25-27 Maret 2018. Namun usai terima penghargaan tropi dan piagam, petugas pemadam kebakaran kembali diuji dengan musibah terbakarnya Kantor Bupati di Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi.

Dua hari setelah hari raya Idulfitri 1439 Hijriah, persis di ruang Angsana tampak kebulan asap dari dalam ruangan. Ruangan Angsana biasanya difungsikan para petinggi Pemkab Kutim untuk sarapan pagi sesaat ikuti kegiatan rapat koordinasi, seperti 'coffee morning'. Diduga adanya hubungan arus pendek sebagai penyebab kebakaran pada sewaktu masih suasana liburan panjang.


Syukurnya, Kantor Bupati Kutim saat liburan terus dijaga Satpol PP. Anggota Satpol PP itu yang menginformasikan musibah kebakaran sekira pukul 10.45 Wita, Minggu (17/6/2018), tepat ketika rombongan pejabat Kutim halalbihalal ke Samarinda (Gerbernur Kaltim).

Kepala Dinas PMK Risali Hadi mengungkapkan, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hampir semua ruangan di Kantor Bupati ada. Namun ketika diperlukan hanya satu yang bisa digunakan. "Saya mohon maaf, dengan terpaksa pemadaman kami lakukan dengan menggunakan air. Karena sebenarnya dengan APAR kebakaran bisa dipadamkan. Tapi APAR-nya tidak berfungsi," bebernya.

Kantor Bupati Kutim yang terdiri dari tiga lantai itu, memang tidak memiliki tangga darurat.
Ruang Angsana pasca kebakaran
Akses jalan dari lantai 1 ke atas hanya mengunakan tangga beton. Detektor asam yang dipasang di tiap plafon ruangan rupanya tidak berfungsi. Sehingga petugas pemadam sempat kesulitan mencari titik kebakaran itu. Hydrant yang berfungsi hanya di Masjid Agung, hydrant yang di kantor bupari, kantor DPRD serta gedung serbaguna tidak berfungsi.

"Kadang hal-hal seperti ini, biasa terlupakan. Nanti setelah kejadian baru disadari. Kenapa tidak dari awal diperhatikan," kata Bupati Ismunandar ketika memimpin rapat koordinasi di ruangan Meranti, Kantornya, Senin (25/6/2018).

Bupati Kutim menyatakan, bangunan  tempatnya berkantor sudah beusia lebih dari 10 tahun,  maka sudah saatnya perlu dievaluasi semua kondisi bangunan yang ada. Apalagi dalam waktu penyerangan di kawasan perkantoran Bukit Pelangi tidak lagi gunakan mesin diesel, tapi menggunakan arus dari Perusahaan Listrik Negara. (baharsikki)


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM