Kamis, 21 Juni 2018

Pembangunan Tol Teluk Balikpapan, Inilah Pandangan Ketiga Kontestan Pilbup PPU

PENAJAM, KABARKALTIM.CO.ID-Pembangunan tol laut Teluk Balikpapan-PPU bisa selesai selama 5 tahun. Ini salah satu pertanyaan yang diajukan moderator kepada masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada saat debat publik yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PPU yang disiarkan langsung TVRI Kalimantan Timur, Selasa (19/6/2018).

Pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3 Abdul Gafur Mas’ud (AGM)-Hamdan menegaskan, dirinya tidak ingin berjanji untuk menyelesaikan jembatan tersebut dalam massa satu periode, dan dirinya akan membuktikan saja. Pihaknya lebih memilih, infrastruktur itu harus ada.

“Jika infrastruktur baik, perekonomian di Kabupaten PPU akan meningkat secara signifikan, jembatan PPU-Balikpapan siap kami wujudkan serta akan mempriotaskan jembatan Pulau Balang yang ada di depan mata kita saat ini,” kata AGM.

Tambah AGM, dari dulu hingga saat ini hanya gambarnya saja yang dilihat, tetapi infrastrukturnya belum nyambung sampai sekarang, maka ke depan bersama Hamdan dirinya tetap memproritaskan jembatan PPU-Balikpapan. "Dan juga kita akan memprioritaskan jembatan di depan mata kita yaitu jembatan Pulau Balang,".

“Yang paling penting itu membangun infrastruktur sampai di perkebunan dan pertanian di samping itu kesehatan dan pendidikan juga menjadi prioritas kami serta fasilitas umum seperti air dan listrik dimana yang masih banyak yang menjadi kendala di desa-desa yang ada di PPU. Kami hadir di sini akan  mewakafkan diri dan waktu kita untuk PPU dan saya juga tidak akan mengambil gaji saya jika menjabat Bupati PPU nantinya dan memberikannya pada yang berhak, jika ingin PPU menjadi maju modern dan religius coblos no 3,” pungkasnya.

Sementara pasangan calon nomor urut 2 Andi Harahap-Fadli Imawan mengatakan, dirinya tidak berani menyelesaikan selama 5 tahun, menurut Andi Harahap siapapun bupatinya tidak akan mungkin selesai selama 5 tahun tersebut. Tidak akan mungkin bisa menyelesaikan jembatan PPU-Balikpapan selama 5 tahun dan siapapun bupatinya.

“Karena itu mestinya memakai dana APBN bukan APBD, saya tidak mau basa basi, kalau 10 tahun saya sanggup, siapapun tidak bisa menyelesaikan selama 5 tahun, jika ada yang sanggup itu bohong saja, dana Rp 14 triliun itu tidak gampang,” tegas Andi.

Fokus Andi Harahap dan Fadly Imawan adalah program pro rakyat, 25 program pro rakyat untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten PPU. Jika membicarakan jembatan menurutnya masih banyak yang lebih penting  di antaranya listrik, PDAM, jalanan rusak, dan juga rumah sakit.

Lain halnya yang disampaikan pasangan calon nomor urut 1 Mustaqim MZ-Sofian Nur, mereka optimis bahwa jembatan tol PPU-Balikpapan akan segera terbangun, launching telah dilaksanakan dan bulan Oktober mendatang akan diadakan groundbreaking. Saham tol Teluk Balikpapan itu 60 persen Waskita Karya, Provinsi Kaltim 20 persen, Kabupaten PPU 15 persen dan Kota Balikpapan 5 persen.

“Kita tidak menggunakan APBD itu semua akan dibeli Investor, dan sudah ada investor yang saya pertemukan dengan Waskita Karya,” terangnya.

"Saya tidak ingin melebih-lebihkan karena saya ingin membangun PPU lebih maju dan interkoneksi di seluruh Kalimantan dan perkembangan ekonomi di PPU akan maju di segala bidang," tegas Mustaqim. (hmd)

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM