Rabu, 23 Mei 2018

Kisah Inspiratif : Dari Pengemis Buta menjadi Seniman Jalanan

kisah inspiratif kiriman : Andi Simon


Andi Simon
DI depan gerbang suatu jembatan di salah satu kota Eropa, duduklah seorang buta peminta-minta. Ia setiap hari duduk di situ sambil memainkan biolanya yang sudah usang dan menaruh kaleng di depan dia duduk.

Dia berharap orang-orang yang lalu lalang merasa iba mendengar gesekan biolanya dan memberinya sedikit uang.

Pada suatu hari seorang pria yang berjubah panjang, lewat dan memperhatikan peminta minta buta  yang sedang memainkan biolanya. tidak ada orang lewat yang mau memperhatikannya.

Pria tersebut akhirnya datang menghampiri peminta buta tadi dan meminta agar peminta buta itu meminjamkan biola usangnya.

Tentu saja si peminta buta itu menolak, dan berkata : "Tidak!!! Ini adalah hartaku satu-satunya !!!".

Tetapi orang tersebut terus membujuk agar si peminta buta mau meminjamkan biolanya, meski hanya untuk sebuah lagu.


Akhirnya si peminta buta itu, dengan terpaksa memberikan biola tuanya.

Dan pria yang berjubah panjang tersebut berbisik : "Saya akan beri contoh memainkan biola dengan sepenuh hati, dengan tujuan sungguh-sungguh untuk menghayati dan masuk di dalam lagu itu”. (bukan sekadar memainkan atau hanya sekadar mencari iba, cepat menyelesaikannya)

Setelah itu, dia mulai memainkan sebuah lagu dengan begitu indah dan syahdu.

Suara biola yang begitu halus di tangan si pemain ini, membuat semua orang yang lewat berhenti,  serta mereka mengelilingi si pemain biola dan si peminta buta tersebut.

Begitu merdunya lagu dan bagusnya permainan biola si pria tersebut, membuat semua orang terdiam, terhanyut oleh gesekan biolanya.

Kerumunan besar semangkin banyak

Si pengemis buta pun terkesan dan ternganga tanpa dapat berkata-kata.

Kaleng yang tadinya kosong kini telah penuh dengan uang.
Bahkan sampai keluar dari kaleng karena tidak cukup lagi menampung uang yang bukan hanya recehan, tapi lembaran dolar yang diberikan orang-orang yang berkerumun itu.

Ternyata tidak cuma satu lagu, tetapi  beberapa lagu dimainkan oleh si pemain biola tersebut.

Akhirnya ia pun harus menyelesaikan permainannya, dan sambil mengucapkan terima kasih, ia mengembalikan biola itu kepada si pengemis.
Dan berpesan kepada peminta buta itu :
"Sekarang pulanglah dengan uang yang engkau dapat hari ini, belilah baju yang baik, mandi, cukur rambut dan rapikan jenggotmu. Mulai besok bermainlah seperti yang aku katakan dan aku contohkan".

Si pengemis dengan berlinang air mata dan gemetar : "mengucapkan terimakasih pada Tuan yang budiman".

Si pria ini tersenyum dan dengan perlahan meninggalkan tempat itu.

KEESOKANNYA
Sungguh peminta buta tadi sudah kembali duduk di tempat yg sama
....tetapi....
Sekarang penampilannya berbeda



Memakai setelan jas dengan rambut dikuncir, janggut rapi dengan bau parfum yang lembut

"Dia mulai memainkan biolanya dengan halus, dengan sepenuh hati...terdengar indah dan syahdu, sungguh-sungguh meresapi dan masuk dalam lagu tersebut"

Dan sebentar saja .....
Orang-orang yang lewat kembali berkerumun menikmati 1-2 lagu dari peminta buta ... sambil memasukkan uang ke dalam kotak yg cukup besar
(bukan lagi kaleng)

Sejak hari itu
Peminta buta ini bukan lagi sebagai peminta buta, tapi orang menyebutnya :
Seniman Jalanan
Yang sangat menghibur pejalan yang lewat di gerbang jembatan

Nasib dan rejeki peminta buta pun sudah berubah sangat drastic, sekarang dapat hidup dengan sangat layak bahkan berkecukupan .

Dan peminta buta itu pun tidak pernah tahu, siapa pria berjubah panjang tersebut
Apakah Sahabat ingin tahu pria berjubah panjang tersebut ?


Orang-orang menyebutkan namanya: "Paganini".

Sang maestro biola Paganini, ia telah memberi bantuan sesuai dengan profesinya.

Dia tidak memberinya uang kepada peminta buta tersebut
....tapi.....
Dia memberi Resep Seniman Biola kepada peminta buta tersebut


Sahabatku,
Banyak cara bagi kita untuk menjadi seperti "Paganini" dalam membantu orang lain

Lakukanlah sesuai dengan KEMAMPUAN dan BAKAT kita.

Jadikanlah hidup ini ... PENUH ARTI...untuk membantu sesama .

Kebahagiaan  kita bukan berapa banyak orang mengenal kita
....tapi....
Berapa banyak orang yang hidupnya menjadi bahagia karena kita. (*)


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM