Abdulloh |
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan melalui badan anggaran melakukan rapat dengar pendapat bersama tim anggaran pemerintah kota terkait realisasi penyerapan APBD 2018, Senin (15/5/2018). RDP bertempat di ruangan rapat gabungan fraksi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan Sayid MN Fadly menjelaskan, penyerapan anggaran itu bukan bèrarti 100 persen dibagi per triwulan, tetapi dibagikan berdasarkan tahapan-tahapan kegiatan yang ada di Organisasi Perangkap Daerah (OPD).
"Biasa OPD-OPD bertumpu pada triwulan II dan III puncak-puncaknya melakukan penyerapan anggaran. Karena pada triwulan I berkonsentrasi menyiapkan administrasi," tuturnya.
Fadly menambahkan sampai bulan April 2018 penyerapan bidang keuangan yang ditargetkan 10 persen, ternyata melebihi sampai 15,21 persen karena adanya permintaan uang muka.
"Sedangkan penyerapan fisik direncanakan 15 persen menjadi 19,83 persen. Tidak dibenarkan lagi mendahului anggaran, kecuali yang sifatnya mendesak seperti darurat, adanya kebijakan pusat dan bagi hasil yang belum masuk dari provinsi, di luar itu tidak diperkenankan," tegasnya.
Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh SSos kepada abarkaltim usai melaksanakan rapat dengar pendapat menjelaskan, memasuki triwulan II seharus sudah penyerapan anggaran bisa mencapai 50 persen.
Abdulloh meminta kepada pemkot melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meningkatkan kinerjanya terkait penyerapan anggaran.
"Pada waktu dekat dewan akan melakukan rapat dengar pendapat kepada OPD-OPD. Di samping itu akan turun sidak ke beberapa proyek yang sudah dikerjakan. Terkait penyerapan APBD dari hasil paparan Sekretaris Daerah (Sekda) optimis bahwa penyerapan anggaran APBD 2018 dapat tercapai," terang Abdulloh. (ahe)
Baca Juga :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar