Selasa, 10 April 2018

Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan : Perlu Audit Lingkungan untuk Melindungi Generasi Mendatang


Agus Wijayanto
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Menindaklanjuti penyelesaian bencana kebakaran dan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, advokat H Agus Wijayanto SH CIL dari BBHA (Badan Bantuan Hukum dan Advokasi) DPC PDIP Kota Balikpapan, memberikan pendapat bahwa tumpahan minyak dari pipa Pertamina tersebut telah mencemari laut Balikpapan. Dalam jangka panjang  akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pemerintah, jika tidak segera ditangani dengan benar. 

Lingkungan hidup merupakan karunia dan rahmat Tuhan bagi masyarakat, dan cara pengelolaannya sudah diatur dengan jelas dalam UUD 1945 serta dalam UU lingkungan hidup dan UU pengelolaan lingkungan hidup no. 23 tahun 1997. 


"Maka harus segera ada kajian atau audit lingkungan hidup untuk melindungi kepentingan generasi kini dan generasi yang akan datang," ungkap dia. 

Dikatakan, Teluk Balikpapan harus dikembalikan kepada fungsinya sesuai dengan baku mutu lingkungan hidup agar biota laut dan lingkungan pesisir bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat banyak. 

"Jika tidak maka berapa lagi korban akan berjatuhan, yaitu para nelayan, pemancing ikan, kelompok petambak, lingkungan hutan mangrove, dan passti berimbas pada pariwisata Kota Balikpapan dan sekitarnya," imbuh dia. 

"Saat ini para nelayan mengeluh kesulitan mencari ikan di Teluk Balikpapan, sehari-hari mereka hidupnya dari memancing di sini, mendapat sekilo dua kilo ikan dijual ke pasar untuk menyambung hidup. Saya tahu persis karena saya banyak mengadvokasi nelayan suku Bajau di daerah ini, mereka mengeluhkan hal itu dan mempertanyakan sampai kapan hal seperti ini akan berakhir,". 

"Itu yang saya maksud bahwa bencana ini telah menimbulkan kerugian di masyarakat, petani, nelayan dan pencemaran terhadap lingkungan hidup. Tentu saja kami bisa melakukan gugatan untuk meminta ganti kerugian karena ini tanggung jawab mutlak pengelola usaha yang melakukan pencemaran lingkungan. Kami akan menunggu hasil investigasi secara tuntas apakah Pertamina yang lalai ataukah pihak ketiga yang mengakibatkan kebocoran minyak ini," beber Agus Wijayanto. 

Dirinya lama berkecimpung di dunia perminyakan. "Saat rig kami Deepwater Horizon meledak di Teluk Mexico, perusahaan kami banyak mengeluarkan dana sampai triliunan untuk menyantuni masyarakat dan lingkungan yang terdampak. Itu mutlak harus dilakukan perusahaan yang lalai," tegas Agus Wijayanto. (*/are)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM