Rabu, 18 April 2018

Cagar Budaya Perlu Perawatan dan Promosi




BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Pembukaan O2SN dan FLS2N baru pertama kalinya dilaksanakan di indoor, dengan kondisi lebih aman dan nyaman. Kontingen-kontingennya semangat.
 
“Ini lah satu kegiatan seni dan budaya yang saya anggap meriah,” kata Kepala Bidang Kebudayaan dan Seni, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Mukiran d iruang kerjanya, Selasa (17/4/2018).
Mukiran yang membidangi  3 hal yaitu asi olahraga dan seni, kasi sejarah dan tradisi, dan kasi cagar budaya, mengharapkan dapat memperkuat kantong-kantong seni di sekolah-sekolah dengan adanya sanggar-sangar seni di sekolah.


“Dan ke depanya kami memperbanyak kegiatan-kegiatan untuk mewadahi mereka, agar penampilan mereka ada wadahnya untuk tampil,” ujar Mukiran kepada kabarkaltim.co.id.
Dengan berdirinya sanggar-sangar di sekolah nanti akan muncul bibit-bibit seni. “Untuk cagar budaya kita juga akan mewujudkan bahwa cagar budaya akan menjadi wahana edukasi untuk mengenal sejarah. Cagar budaya bisa menjadi destinasi budaya supaya bisa dikunjungi wisatawan dan masyarakat lokal,” jelas Mukiran

Perlu diketahui, cagar budaya di Balikpapan ada Rumah Dahor, meriam, Makam Jepang, Gunung Komendur. “Jadi semuanya ini karena kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikan, merawat dan mempromosikan. Ini adalah salah satu tugas kami, jadi dari 3 tupoksi yang saya bidangi tetap saya jalani dengan sebaik-baiknya,” ujar Mukiran yang juga sebagai Ketua I BAPOPSI.  

Kembali Mukiran menjelaskan, perlu pembiayaan untuk pemeliharaan, perlu promosi, perlu perawatan, perlu tim sertifikasi. Pihaknya sudah membentuk tim ahli cagar budaya yang segera dilatih di Jakarta.
“Nanti berfungsi untuk cagar budaya dari 7 orang tersebut memiliki peran penting,” harapnya. (beny)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM