Senin, 23 April 2018

Bupati Sedih, Kutim Belum Menjadi KLA

Ismunandar. (baharsikki/kk)
SANGATTA,KABARKALTIM.CO.ID- Untuk mewujudkan Kutai Timur (Kutim) menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) masih memerlukan upaya kerja nyata dari semua pihak terkait dalam merealisasikan pembangunan yang ramah  dan peduli terhadap kebutuhan anak.

Saat ini,  Kutim baru mencapai pembangunan ramah anak  sekira enam puluh tiga persen. Untuk mencapai predikat KLA, Kutim harus mampu mengumppulkan poin sebesar 95 persen. Jadi Kutim masih perlu berjuang keras untuk memenuhi standar menjadi KLA. Kutim masih kekurangan poin sekira 22 persen.


“Untuk mencapai target di atas, tentu Badan Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak atau BPPPA, tak mungkin bekerja sendiri. Semua stakeholder atau pemangku kepentingan harus turut ambil andil dalam mewujudkan Kutim menjadi KLA,” kata Kepala BPPPA  Aisyah dalam rapat penting dipimpin bupati Kutim di ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten Bukit Pelangi, Senin (23/4/2018).

Aisyah mengatakan, dalam mewujudkan Kutim sebagai KLA, tentunya dapat memenuhi lima kalster yang dijadikan indikator keberhasilan. Dari 5 klaster indokator itu, Pemkab Kutim belum dapat merealisasikan secara utuh. Memang, ada sebagian indikator telah dibangun, tapi itu masih perlu penghimpunan data seragam.

Mendengar hal tersebut, Bupati Ismunandar mengaku sedih, karena Kutim belum ditetapkan sebagai KLA. Padahal tiap tahun Pemkab Kutim berupaya merealisasikan pembangunan sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada.  Namun, toh realisasikan pembangunan dalam kurun waktu tertentu masih dihadapkan berbagai kendala.  Termasuk terbatasnya penyediaan sarana dan prasarana yang terintegrasi  lingkungan sosial yang ramah terhadap anak.  (baharsikki)

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM