Senin, 08 Januari 2018

Launching 5 Hari Sekolah : 48 SMP, untuk Penguatan Pendidikan Karakter





BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID- Launching pelaksanaan 5 hari sekolah jenjang SMP Kota Balikpapan tahun pelajaran 2017/2018 dalam rangka Penguatan Pendidikan Karakter(PPK) dan pemenuhan beban kerja guru, dilaksanakan di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Senin (8/1/2018). 


Kegiatan lima hari sekolah sebagai implementasi dari pepres no 87 tahun 2017 mengenai pendidikan karakter dimana salah satu poinnya adalah pemerintah daerah setempat diberikan kewenangan untuk dapat melaksanakan 5 atau 6 hari sekolah. Hal ini dikatakan Kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ir Muhaimin MT kepada kabarkaltim d iruang kerjanya, Senin (8/1/2018). 


Muhaimin
Memilih   atau 6 hari itu diserahkan  kepada  karakteristik  daerah  kemudian  kesiapan SDM dan sarana prasarana. Kota  Balikpapan siap untuk sarana prasarana dan tenaga SDM yaitu guru dan tenaga kependidikannya makanya dilaunching oleh Walikota Balikpapan  Rizal Effendi. Dari 75 sekolah SMP negeri dan swasta yang dapat melaksanakan 5  hari sekolah, hanya 48 sekolah sisanya masuk seperti biasa. 


"Berarti kalau biasanya anak-anak Sabtu masuk, dengan adanya 5 hari sekolah berarti Sabtu dan Minggu libur. Kemudian kalau biasanya mereka pulang pukul 14.15 Wita maka dengan adanya 5 hari sekolah mereka tambahnya 1 jam berarti pulangnya 15.15 Wita. Untuk Jumat sendiri ada ekstrakurikuler wajib setelah salat Jumat yaitu Pramuka. Karena Pramuka ekskul wajib, kemudian untuk ekskul pilihan diserahkan ke masing- masing siswa," ujar Muhaimin. 


Menurut Muhaimin sisanya 21 sekolah masih mengikuti seperti biasa, alasannya sarana prasarananya yang belum memadahi. "Untuk SMP Negeri yaitu SMP Negeri 21, kemudian untuk MTs kita tidak ikutkan karena kewenangannya ada di Kemendag. Kemudian untuk sekolah yang 48 ini gurunya tidak mengajar dobel, jadi mereka harus fokus dimana dia tempat mengajar,” tegasnya. 


"Dengan adanya 5 hari sekolah ini pertama sudah tidak ada lagi PR. Semua PR harus diselesaikan di sekolah, jadi waktunya anak-anak kumpul keluarga Sabtu dan Minggu. Dengan berkumpulnya itu pembinaan akhlak imtaq ditingkatkan dengan pantauan orang tua,” harap Muhaimin. (beny)   
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM