Senin, 04 Desember 2017

Standar Manajemen Mutu : Direksi Optimis Problem Layanan Air Bersih Dapat Teratasi (2)






Bendungan Teritip di Balikpapan Timur
PADA tahun 2017 ini melalui Direktorat Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam hal ini Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, telah dilakukan pembangunan IPAM Kelurahan Teritip Kecamatan Balikpapan Timur (Tahap I : Kap. 200 l/detik).

Saat ini status lahan untuk pembangunan IPAM Teritip kapasitas 200 l/detik tahap I sudah sampai pada legaliasi setelah pelunasan pembayaran. Lahan yang dibebaskan yaitu sekitar 5 hektare. 

"Di wilayah Teritip telah ada bangunan eksisting, yaitu Bendungan Teritip yang sudah selesai kontrak pada akhir 2016 dan saat ini persiapan untuk inponding yang akan memakan waktu sekitar 1 tahun. Selain itu sudah ada bangunan pump house dan pipa air baik vertical kapasitas 2x200 l/dt, rumah jaga dan pipa transmisi air baku diameter 400 mm sepanjang 1 Km. Lingkup kegiatan pembangunan melalui dana multiyears APBN Pemerintah Pusat," beber Dirut PDAM Kota Balikpapan Haidir Effendi kepada kabarkaltim.co.id, Senin (4/12/2017). 


Jajaran Direksi mengungkapkan, bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota dan Pusat perlu diapresiasi, karena kebutuhan air baku yang begitu penting bagi hajat hidup orang banyak. 

Jajaran Direksi PDAM Kota Balikpapan
"Dengan adanya Waduk Teritip dan pelaksanaan pembangunan IPAM di Kelurahan Teritip nantinya, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan, apalagi program perumahan rakyat yang dicanangkan Presiden Jokowi diharapkan harus memenuhi kebutuhan air bersih. PDAM Kota Balikpapan akan berupaya untuk bisa merealisasikannya," tegas Haidir. 


Dia mengakui, sama halnya yang terjadi di Balikpapan Barat, beberapa tahun mengalami kondisi tidak maksimalnya distribusi air PDAM kepada pelanggan yang bermukim di daerah Kampung Baru. 

"Alhamdulillah pada 17 Agustus 2017, Walikota Balikpapan H Rizal Effendi meresmikan telah berdirinya IPAM Kampung Baru, yang targetnya selesai pada Agustus 2017, dengan kapasitas 50 liter/detik, IPAM Kampung Baru nantinya bisa melayani sekira 3.500-4.000 pelanggan SR (sambungan rumah), yang masuk dalam sistem pengelolahan air minum (SPAM) PDAM," urai Haidir. 



"Targetnya, keberadaan IPAM ini bisa mengatasi gangguan distribusi pelanggan yang berada di daerah tinggi, seperti di kawasan Kampung Baru dan sekitarnya, yang saat ini masih ada tidak optimal terlayani 24 jam. IPAM Kampung Baru juga kami targetkan bisa masuk wilayah lain yang belum terlayani PDAM untuk pelanggan baru. Seperti  di kawasan Margomulyo, Baru Ulu, daerah pantai dan sekitarnya,”.



Ketika ditanya mengapa di kawasan Kampung Baru selama ini belum optimal terlayani? Haidir menjawab, karena pasokan distribusi air PDAM masih disuplai dari IPAM Batu Ampar. Padahal, di saat yang sama, IPAM Batu Ampar  juga menanggung “beban” dengan melayani cukup banyak area pelanggan di wilayah lain, termasuk sejumlah perumahan baru yang berlokasi di Balikpapan Utara dan Kariangau.



Direksi pun sangat optimis problem layanan air bersih PDAM di kawasan Kampung Baru dan sekitarnya di wilayah Balikpapan Barat akan teratasi, saat IPAM Kampung Baru termasuk kebutuhan jaringan pipa induk  sudah optimal beroperasi.



Kembali Haidir menegaskan, standar manajemen mutu sebagai sistem pengawasan yang berkelanjutan dalam menjalankan roda Bisnis PDAM. Melalui visi, misi dan strategis PDAM Kota Balikpapan dalam menjalankan roda perusahaan agar lebih baik dan berkesinambungan, PDAM Kota Balikpapan berpegang pada prinsip kebijakan standar manajemen terpadu. 

Mengenai kebijakan standar manajemen mutu, yaitu meliputi   mengupayakan kepuasan pelanggan melalui standar mutu terbaik, andal dalam pekerjaan dan prima dalam pelayanan. Kemudian,   proses produksi yang efisien untuk mendapatkan hasil yang kompetitif, serta meningkatkan kesejahteraan karyawan.   

Serta Mematuhi dan menaati ketentuan peraturan perundangan dalam bidang mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan, kemudian mengintegrasikan ke semua aspek kegiatan. 

"Menerapkan dan meningkatkan Sistem Manajemen Mutu (SMM), Sistem Manajemen Lingkungan (SML) dan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta mengoptimalkan pemakaian sumber daya alam, mencegah pencemaran, mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dalam setiap kegiatan operasional perusahaan," ungkap Haidir. 

"Dengan mempertimbangkan faktor teknologi dan keuangan, terus melakukan perbaikan dan pengembangan berkesinambungan terhadap pemenuhan persyaratan SMT. Dan juga memelihara hubungan yang sehat dan harmonis dengan Pemerintah, Industri dan Masyarakat sekitar operasional dalam rangka pengelolaan operasional perusahaan yang berwawasan lingkungan serta keselamatan dan  kesehatan kerja," urai dia.



Dengan memegang Sistem Manajemen Mutu, Direksi, manajemen dan seluruh staf  berkomitmen melaksanakan dan menjalankan kontinuitas pelayanan air bersih yang berkesinambungan kepada masyarakat. 

Untuk diketahui masyarakat, sistem pengawasan yang menjadi komitmen PDAM Kota Balikpapan, di antaranya melalui sstem ISO 17025:2005 pada tanggal 23 Maret 2007 - Sebagai Laboratorium Penguji , ISO 9001:2008 sejak tanggal 03 Maret 2010 - Standar Manajemen Mutu Sistem Proses Pelayanan PDAM, ISO 9001:2008 pada tanggal 27 November 2011- Standar Manajemen Mutu IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah –  Sanitasi) . Kemudian ada Sertifikat HALAL - LPPOM MUI  pada tanggal 15 Juli 2012, ISO 14001:2008 pada tanggal 17 Januari 2013 - Standar Manajemen  Mutu Lingkungan, OHSAS 18001:2007 pada tanggal  11 Juli 2014. Standar Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja , SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja), pada  18 Agustus 2014. Katagori Gold  untuk Tingkat Lanjutan, OMBUDSMAN Republik Indonesia, Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik  UU25 Tahun 2009, Tentang Pelayanan Publik, menerima 03 Desember 2014. (*/benny)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM