Kamis, 23 November 2017

Anak Sapi Perah Tak Menyusui Induknya

 
SANGATTA,KABARKALTIM.CO.ID- Peternak sapi perah harus memiliki rasa tega bila
Sapi perah. (baharsikki/kk)
hendak menghasilkan susu lebih banyak. Anak sapi perah hanya berhak meminum susu induknya 10 persen dari seluruh produksi per ekor pada periode tertentu. Ini disampaikan Supt. Devalopment Community Departement PT Kaltim Prima Coal (KPC) Sugeng Wiyatno dalam rangkaian kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim di Sangatta, Kutim, 22-23 November 2017.

“Begitu anak sapi lahir. Langsung dipisah dengan induknya. Anak sapi perah tidak boleh  langsung menyusui induknya. Induknya pun tidak boleh mencium langsung saat anaknya baru keluar dari rahim,” jelasnya.


Kalau induk sapi perah misalnya, sempat menjilat-jilat anaknya atau merasakan bau anaknya, lalu kemudian dipisah, induk sapi perah kadang berontak-berontak mencari anaknya itu. Juga bila anak sapi perah sempat menyusui langsung induknya, maka anak sapi perah itu kadang malas mimum susu induknya melalui bantuan peternak menggunakan dot ala bayi baru lahir.

Jadi kalau misalnya, per hari satu ekor menghasilkan susu sepuluh liter, maka hanya satu liter diberikan ke anaknya. Jadi untuk menumbuhkan anak sapi perah tidak semata-mata mengandalkan susu induknya. Tapi ada tambahan vitamin atau nutrisi khusus untuk dikonsumsi anak sapi perah agar setelah besar bisa menghasilkan susu lebih banyak lagi.

Untuk ternak sapi perah yang dikembangkan PT KPC lanjut Sugeng, sudah ada 41 ekor. Sapi perah dipelihara di Peternakan Sapi Terpadu (Pesat) wilayah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur. Susu hasil sapi perah di Pesat sudah pernah di jual ke Balikpapan, Samarinda dan kota Sangatta.

Ketika rombongan PWI tur melihat kegiatan KPC.  Di antaranya, melihat dari dekat kondisi sapi perah yang dikandangkan menggunakan pendingin kipas angin. Sapi perah ada yang tampak agak kurus terbaring, dan apa pula yang tampak gemuk. Bahkan di sana ada anak sapi perah di lepas bebas karena sudah jinak. Momen itu dimanfaatkan pengunjung untuk mengabadikan gambar sapi perah dengan menggunakan camera. (baharsikki)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM