Sabtu, 13 Mei 2017

Filosofi Kuliner ala Chef Sutrisno

 
Chef Sutrisno (kedua dari kiri) sudah hasilkan beragam karya
KESEMPATAN yang sangat baik, media ini berdikusi khusus membahas kuliner dengan owner Nyiurku Beach Resto, Balikpapan, H Sutrisno, Sabtu (13/5/2017) sore. Patut diacungi jempol sosok pengusaha sukses Sutrisno yang berhasil dari Jember Jawa Timur ini. Setelah sukses membangun bisnis industri pakaian jadi, Trisula Collection, kini Sutrisno meluaskan usaha di bidang kuliner. 
 
Jejak usahanya di kuliner, layak menjadi pembelajaran bersama. Kendati punya modal, Sutrisno tak mau main perintah dengan menyerahkan kepada orang lain untuk memasak, membuat menu masakan hingga urusan lainnya, yang pada umumnya para pemilik modal hanya main perintah saja. Ibarat spritualitas, Sutrisno menyelami dalamnya samudera kuliner, menemukan dan merenggut filosofi kuliner dari proses perjalanan panjang dan pengalaman pribadinya.
 
 
Salah satu menu olahan Chef Sutrisno
Ya, Sutrisno belajar dari awal, mengenai menjadi koki hingga kini sangat pantas Sutrisno mendapat gelar chef. Fakta tak terbantahkan, sudah banyak karya, hasil berbagai menu masakan dari merupakan ramuan dan olahan sendiri Sutrisno. 
 
"Saya belajar memasak, saya tidak mau membuka resto, hanya pasrahkan saja dengan koki. Harus paham sendiri, dan cinta dunia kuliner. Makanya saya belajar dari buku, video hingga belajar langsung berlatih masakan di Eropa," beber Sutrisno kepada kabarkaltim.co.id. 
 
Sutrisno yang juga hobi tembang-tembang Jawa, mengaku kiblat kulinernya adalah Eropa. Alasannya, sisis higienisnya, standar kualitas yang sangat-sangat dijaga. Beberapa negara seperti surganya para pecinta kuliner yaitu Perancis, sudah pernah dia kunjungi. Dalam bisnis kuliner, tak hanya sisi keuntungannya yang ingin dia raih, namun bagaimana pula mengajak konsumen untuk gaya hidup sehat. Di sinilah filosofi kulinernya yang dia temukan, menjadi sehat, kesehatan itu mahal harganya. 
 
"Contoh ikan yang dibeli dari pasaran. Kami cuci hingga 7 kali, kebersihan dan kesehatan sangat kami jaga.  Direbus pula dengan jeruk. Kualitas menu masakan kami utamakan. Terus saya berinovasi dalam kuliner, beragam menu makanan, menghasilkan olahan dengan cita rasa tinggi," urai Sutrisno yang mengaku, hingga ribuan kali meracik bumbu hingga menemukan paduan yang pas dan menggoda selera. 
 
Fisolofi kuliner lainnya yang diungkapkan Sutrisno, yakni kasih sayang. Dengan pengalaman, ilmu, bakat, ditunjang dengan cinta kasih. Saat memasak pun, dirinya menggelorakan rasa kasih sayang tadi. 
 
"Mencintai dunia kuliner dengan hati. Jadi saat memasak, pun dengan bahagia, gembira, ungkapkan cinta dan kasih sayang. Molekul-molekul semesta ini, seakan mendorong, menyelaraskan, di situlah nilai filosofinya. Pun menyajikan, dengan kebahagiaan yang mengalir dari dalam. Hal itu membuat suasana sekitar pun bahagia," bebernya yang menggali langsung dari hasil pengalamannya. 
 
Gordon Ramsay (net)
Sangat pantas, Sutrisno banyak yang menjuluki sebagai chef. Kendati beragam karya dia hasilkan, tak henti Sutrisno belajar dan terus belajar. Sutrisno pun mempunyai idola Chef terbaik dunia yaitu Gordon Ramsay. Gordon Ramsay lahir 8 November 1966)di Johnstone, Scotlandia. Gaya masakannya, Perancis, Italia dan Inggris.
 
Gordon Ramsay memiliki nama besar di industri kuliner dan menjadi Top Ten Masterchef. Dia memulai kariernya pada usia 19 tahun, Gordon sekarang merupakan salah satu Chef terbaik di dunia, dan dianugerahi 10 Michelin Stars. Ia bekerja di bawah Albert Roux dan Pierre White di London dan Guy Savoy dan Joël Robuchon di Paris sebelum ia ditawari posisi kepala koki di Aubergine restaurant pada tahun 1993. (tw/net)
 
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM