Minggu, 30 April 2017

Suyoso Nantra : Penguatan Integrasi Sosial Sangat Perlu Dilakukan

Semangat Gotong Royong, Membangun Kehidupan dalam Keberagaman



Suyoso Nantra (kiri) mendampingi Meiliana usai acara HKG PKK ke-45
PENAJAM, KABARKALTIM.CO.ID-Penguatan integrasi sosial untuk menjaga persatuan dan kesatuan, diserukan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45 dan pencanangan bulan bhakti gotong royong masyarakat ke-14 tahun 2017 tingkat Provinsi Kaltim yang dipusatkan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Perlunya pelestarian dan peningkatkan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di  masyarakat untuk mewujudkan semangat kebersamaan masyarakat yang berintegritas dan mandiri, disambut positif tokoh masyarakat yang juga penasehat kabarkaltim.co.id, Suyoso Nantra SSos MM. 

"Semangat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus selalu dijaga. Sangat tepat, seruan penguatan integrasi sosial, untuk menjaga persatuan dan kesatuan semua anak bangsa yang disampaikan di HKG ke-46 tingkat Kaltim di PPU, sekaligus pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke-14," ungkap Suyoso Nantra, baru-baru ini.


Aksi seni budaya di acara HKG PKK ke-45 di PPU
Seruan penguatan integrasi sosial tersebut, disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim Dr Hj Meiliana SE yang mewakili Gubenur Kaltim Awang Faroek Ishak pada acara puncak  peringataan  HKG PKK ke-45, Kamis (27/4/2017) lalu di  gedung Dome Kabupaten PPU. Juga hadir dalam kegiatan itu, Kepala UPTB Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim wilayah PPU, Sufianto SE.

Mei sapaan akrab Meiliana mengakui, integrasi sosial di masyarakat akhir-akhir ini cenderung menurun. Ia menyebut, tidaklah mudah untuk melestarikan dan mempertahankan semangat gotong royong di tengah kehidupan sekarang ini yang semakin individualis dan kompetitif, cenderung lebih menunjukkan persaingan daripada kebersamaan untuk maju.


"Walaupun berat namun harus kita lakukan upaya pelestarian melalui kegiatan ini. Semangatnya tergantung kepada generasi penerus masa depan bangsa," ujar dia. 

Menurut dia,  dengan semangat kegotong-royongan dan kebersamaan yang turun temurun, mengakar dan melembaga dalam kehidupan masyarakat, senantiasa menjadikan masyarakat hidup rukun dan damai penuh kekeluargaaan dan kekerabatan  serta bahu membahu membangun kehidupan bersama dalam keberagaman.


Karena tujuan bulan bhakti gotong royong, lanjut Mei untuk meningkatkan kemampuan, kesadaran dan tanggung jawab terhadap hasil-hasil pembangunan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mereka, berdasarkan kebersamaan dan keanekaragaman  menuju  penguatan integrasi sosial melalui kegiatan-kegiatan gotong royong agar kesenjangan kehidupan masyarakat pedesaan dan perkotaan tidak semakin melebar yang dapat berimplikasi terhadap timbulnya kecemburuan sosial yang dapat mengarah kepada disintegrasi sosial bahkan disintegrasi bangsa.     

Kembali ke Suyoso Nantra yang juga hadir di acara tersebut,  semua pihak perlu bekerja sama, melakukan penguatan integrasi sosial di lingkungan masing-masing. "Jangan lupakan budaya luhur bangsa kita melalui gotong royong. Mulai dari lingkup terkecil, perkuatan persatuan dan kesatuan yang berimbas pada kesatuan bangsa," seru Suyoso Nantra. (*/tw/humasprov)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM