Senin, 03 April 2017

Polisi Jadi Penjaga Perbedaan



 Oleh :  Priyo Suwarno


IZINKAN saya mengutip utuh pandangan KH Mustofa Bisri yang termuat dalam 9mediaislam.com, begini katanya:  Saya kadang merasa aneh melihat saudara-saudara yang memiliki sifat seperti anak-anak, ingin menang sendiri, mudah marah dan memaksakan kehendaknya agar orang lain sama dengan dirinya...

Padahal Alquran sudah mengatakan untuk berbuat adil, karena itu bisa mendekatkan kepada ketaqwaan.... Tapi begitulah sifat anak-anak kadang tidak bisa menerima nasihat yang baik sekalipun untuk dirinya sendiri


“Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan.
Bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda.
Tuhannya sama dimusuhi karena nabinya beda.
Nabinya sama dimusuhi karena alirannya beda.
Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda.
Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda.
Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda."

Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan?.
Bait-bait kalimat Gus Mus ini bisa jadi merupakan sebuah karya agung untuk mengagungkan asma Allah SWT tanpa menisbikan karya-Nya, yaitu umat manusia itu sendiri. Gus Mus menghargai perbedaan sekaligus menghormatan persamaan.

Ketika manusia terjebak dalam suasana perbedaan ekstrem, maka yang muncul adalah kekacauan luar biasa dan kekisruhan abadi yang ujung-ujungya adalah jual beli nyawa. Ini adalah fakta dan sedang terjadi begitu deras di panggung dunia, termasuk Indonesia. (*)
 
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM