Sabtu, 08 April 2017

Kapolri: "Harus Dengungkan Pancasila secara Masif!"

KABARKALTIM.Co.Id - Menguatnya politik identitas harus diredam. Salah satu kuncinya melalui aturan hukum. Pancasila juga harus didengungkan secara masif.

"Sumpah Pemuda 1928 sebenarnya merupakan bukti nyata pemuda menghormati keberagaman."
~ Kapolri Jenderal Tito Karnavian ~ 

Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam seminar dan lokakarya bertajuk "Indonesia di Persimpangan: Negara Pancasila vs Negara Agama" di Jakarta, Sabtu (8/4).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berbicara dalam seminar dan lokakarya bertajuk "Indonesia di Persimpangan: Negara Pancasila vs Negara Agama" di Jakarta, Sabtu (8/4).

“Aturan hukum bukan untuk membatasi, tetapi lebih supaya tidak terlalu bebas. Kalau bebas, cenderung  menyimpang. Karena bebas itu juga ideologi radikal masuk,” tegas Tito.


Kapolri juga menyatakan, Pancasila sepatutnya didengungkan kembali secara masif. “Pancasila harus kita intensifkan lagi, harus diperkenalkan dan didengungkan. Karena sejak 1998, pelan-pelan kita adopsi demokrasi liberal versi barat. Ironisnya demokrasi Pancasila sudah mulai pelan-pelan meredup,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan, Sumpah Pemuda 1928 sebenarnya merupakan bukti nyata pemuda menghormati keberagaman. “Para pemuda setuju tiga hal, bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu. Situasi kebatinan saat itu, para pemuda menafikan semua perbedaan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Tito sempat menyoroti tema seminar. Menurutnya, aspek liberal tak disentuh dalam topik. “Saya kritik tema, ada satu yang ditinggalkan, yaitu liberalisme. Dunia sekarang ini lebih liberal,” kata Tito. 

Sumber: Suara Pembaruan
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM