Sabtu, 25 Maret 2017

Menkeu Sri Mulyani Dinominasikan Jadi Menkeu Terbaik se-Asia

Sabtu, 25 Maret 2017
 
KABARKALTIM.Co.Id, Jakarta - Majalah Finance Asia menominasikan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati sebagai salah satu menteri dengan kinerja terbaik se-ASEAN dan Asia.

Dilansir dari Independent, 24 Maret 2017, majalah Finance Asia mengatakan, Sri Mulyani tak pernah membuang waktu untuk segera menjejakkan kewenangannya. Majalah itu juga menyebut Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia paling layak untuk tahun ini. 


Tahun lalu majalah tersebut menimbulkan kegemparan karena menempatkan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang juga bertanggungjawab atas Kementerian Keuangan Malaysia sebagai 'bendahara' paling buruk di wilayah Asia. Peringkat tersebut memicu komentar ramai di media sosial Malaysia, sementara pemerintah Malaysia mengkritik publikasi peringkat tersebut.

Untuk tahun ini, Najib dianggap tak banyak membaik. Ia hanya naik satu peringkat dari tahun lalu, dimana tahun lalu ia hanya ditempatkan pada peringkat 12 dari seluruh Asia.

Karier Sri Mulyani di Indonesia sebagai Menteri Keuangan dimulai pada tahun 2005. Hanya setahun, ia sudah menyabet penghargaan dari majalah Euromoney sebagai Menteri Keuangan terbaik untuk tahun 2006. Tahun 2008 posisinya naik menjadi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi.

Tahun itu juga ia dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia, sekaligus wanita paling berpengaruh di Indonesia. Tahun 2007 dan 2008 majalah Emerging Markets memilih Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia. Tahun 2010 ia mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Keuangan RI. Tekanan politik menjadi isu di balik pengunduran dirinya.

Di tangan Sri Mulyani, pada tahun 2009 ekonomi Indonesian tumbuh 4,5 persen, di saat banyak negara-negara di dunia mengalami kemunduran. Indonesia adalah satu dari tiga negara dengan pertumbuhan ekonomi di atas empat persen, di samping China dan India. Penerimaan pajak tumbuh dari sekitar 20 persen setiap tahun hingga lebih dari Rp600 trilliun di tahun 2010

Tahun itu juga Bank Dunia menawarkan jabatan bergengsi untuk Sri Mulyani, yaitu sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ia menjadi satu-satunya perempuan yang pernah mengisi posisi tinggi dari institusi yang membawahi 188 negara tersebut, yang memiliki tujuan mengakhiri kemiskinan ekstrem dan mempromosikan kesejahteraan bersama.

Tanggal 27 Juli tahun 2016 Presiden Joko Widodo meminta Sri Mulyani kembali ke Indonesia dan kembali memegang jabatan sebagai Menteri Keuangan. [/maxor/kk]
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM