Sabtu, 04 Maret 2017

Kunjungan Raja Arab Saudi Salman dan Naiknya Citra Islam Moderat

KABARKALTIM.Co.Id, Jakarta - Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud (Raja Salman) ke Indonesia, di Jakarta 1-3 Maret 2017 dan di Bali 4-9 Maret 2017, pada akhirnya telah membuka penilaian positif terhadap Islam moderat. Selain itu, kunjungan ini juga akan mengubah pandangan masyarakat Arab tentang Indonesia, karena selama kunjungan Raja Salman media utama berbahasa Inggris Arab Saudi, Arab News, secara terus menerusi melakukan siaran langsung dari Jakarta. Dan, siaran langsung media tersebut diberi label simpatik, "Lautan Cinta" (A Sea of Love). Bahkan, media Arab News mengomentari sebagai "spektakular" atas sambutan Presiden Jokowi dan masyarakat Indonesia terhadap Raja Salman.


Hal positif lainnya, yang diprediksi oleh para pengamat, adalah Indonesia akan diperhitungkan menjadi destinasi wisata dari turis Timur Tengah, terutama bangsa Arab. Kunjungan Raja Salman ke Indonesia tersebut juga berdampak bagus bagi nasib para tenaga kerja Indonesia (TKI) di Timur Tengah, terutama di Arab Saudi. 

Islam Moderat dan Toleransi 

Tentang Islam moderat dan toleransi dalam keberagamaan diketengahkan di sini bukan tidak beralasan, melainkan hal tersebut juga sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh Raja Salman beserta Putra dan Putrinya. Perlu diketahui bahwa para Pangeran (putra) Raja Salman umumnya jebolan dari perguruan tinggi di luar negeri (Barat) dan ada dari mereka yang bergerak memperjuangkan hak-hak wanita. Begitupun para Puteri Raja Salman ada yang bergerak di bidang sosial, persamaan hak, aktivis hak asasi, bahkan ada yang desainer sekaligus model di Amerika Serikat. 

Raja Salman pun dikenal sebagai salah satu tokoh yang sering terlibat dalam dialog antar agama. Melekatnya nilai-nilai Islam moderat, demokratis, dan toleran pada diri Raja Salman bisa terlihat gambaran berikut ini:

1. Raja Salman mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrim (sementara di Indonesia banyak wanita/pria muslim yang tidak mau bersalaman dengan yang bukan muhrim, di mana mereka menarik tangannya cepat-cepat sebelum menyentuh tangan lawan jenisnya).

2. Putri-putri Raja Salman tidak berhijab dan tidak diwajibkan berhijab oleh sang Raja (sementara di Indonesia banyak wanita muslim yang dihujat karena tidak berhijab).

3. Raja Salman memberikan bantuan bea siswa kepada masyarakat Indonesia tanpa syarat dan "non religi" (artinya non muslim juga bisa memperoleh bea siswa tersebut).

4. Tulisan "God Bless You" (GBU) di badan pesawat kerajaan Arab Saudi menunjukkan bahwa Raja Arab Saudi Salman pun punya toleransi besar menggunakan bahasa Inggris, apalagi GBU dikenal banyak digunakan oleh kaum Nasrani sebagai ucapan salam penutup; yang artinya: "TUHAN Memberkatimu".

Kunjungan Raja Arab Saudi Salman ke Indonesia tentu memberikan dan memperkuat corak dan citra keber-"islam"-an yang menyejukkan dengan mengangkat pemahaman nilai-nilai Muslim moderat yang toleran dan tidak ekstrim.

Moderat (moderate) berasal dari bahasa Latin "moderare"; yang artinya mengurangi atau mengontrol. Dalam kamus The American Heritage Dictionary of the English Language mendefinisikan moderate sebagai: "not excessive or extreme" (tidak berlebihan atau ekstrim) dalam hal tertentu.

Dengan demikian moderat mengandung makna obyektif dan tidak ekstrim, sehingga definisi akurat Islam Moderat adalah nilai-nilai Islam yang dibangun atas dasar pola pikir yang lurus dan pertengahan (i'tidal dan wasath).

Sebagai satu sistem ajaran dan nilai, sepanjang sejarahnya, Islam tidak menafikan kemungkinan mengambil istilah-istilah asing untuk diadopsi menjadi istilah baru dalam khazanah Islam. [/maxor]
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM