Kamis, 23 Februari 2017

Pemilik Armada Ingin Putuskan Hubungan Mitra dengan Kalung Mas




Maulana : Pemilik Armada Sudah Tidak Percaya, Operasional Pertaksian Tidak Berjalan Semestinya 


BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Rancunya managemen CV Kalung Mas Taxi di bidang transpotasi pertaksian di Kaltim, dikeluhkan pemilik armada dan sopir.

Kesepakatan pemilik dan para sopir armada taksi Kalung, melakukan protes dan membuat pernyataan sikap, di antaranya, pemiliik armada dan supir Taksi Kalung Mas sudah tidak percaya lagi dengan managemant CV.Kalung Mas yang dipimpin Noormansyah.



”Tidak ada upaya untuk memajukan perusahaan  sehingga pendapatan harian kami sangatlah kecil. Management CV Kalung Mas, selama ini hanya memikirkan pemasukan fee operasional dari pemilik armada tanpa mempedulikan nasib pemilk armada dan supir. Jika terjadi ketetlambatan terhadap pembayaran gedung, listrik, telepon, radio, dll managemen tidak pernah peduli sehingg terkadang kantor seringkali tertutup karena kewajiban tersebut belum terbayarkan, ”kata Maulana-salah satu investor yang memiliki puluhan armada Taxi Kalung Mas yang mewakil pemilik armada dan sopir.



“Di saat kami pemilik armada dan supir bermaksud untuk mengurus surat-surat kendaraan baik perpanjangan  kir kendaraan, pajak/STNK, maupun surat KP/Kartu Pengawasan, dll selalu diminta biaya administrasi yang jumlah dan aturannya tidak jelas serta tidak transparan. Di saat kami pemilik armada dan supir bermaksud untuk melakukan peremajaan armada taksi kami harus membayar administrasi yang cukup besar yaitu anatara Rp 7.500.000 s/d Rp 45.000.000 per 1 unit armada,” jelas Maulana.



Menurut  Maulana yang mewakili pemilik armada dan supir, pernah perusahaan selama 2 (dua) hari  yaitu 18 Agustus 2016 - 19 Agustus 2016 tidak menerima layanan order/pesanan taksi dari costumer di Samarinda sehingga sopir tidak menerima penghasilan sama sekali. Walaupun akhirnya melalui Perkumpulan Mitra Taksi Kaltim pada 20 Agustus 2016 layanan order bisa dibuka kembali dengan cara mengusahakan pengadaan kantor cadangan dengan biaya swadaya. 

"Jika pemilik armada dan sopir mempertanyakan hal tersebut di atas,managemen seringkali melakukan tindakan, intimidasi dengan cara menghambat atau tidak melakukan pengurusan surat –surat kendaraan, mengancam melakukan pencabutan trayek serta diminta membuat surat pernyataan sepihak yang hanya menguntungkan pihak perusahaan,” tegasnya.



“Kami pemilik armada dan sopir Taxi Kalung Mas sudah tidak percaya lagi lagi dengan management CV Kalung Mas yang dipimpin  oleh Bapak Noormansyah karena managemen tidak melakukan pembayaran Hak Karyawan tepat pada waktunya dan sering terlambat melakukan pembayaran gaji karyawan bahkan THR karyawan periode:tahun 2016 sampai dengan saat ini belum terbayarkan, hal ini jelas merugikan kami karena terkadang karyawan melakukan aksi mogok kerja sehingga operasional kantor tutup akibat tidak ada karyawan," bebernya.



”Kami pemilik armada dan sopir Taksi Kalung Mas sudah tidak percaya lagi,  karena terhitung sejak Juli 2016 s/d saat ini perusahaan sudah tidak menjalankan operasional pertaksian dengan sebagaimana mestinya tanpa ada upaya dan solusi untuk menyelesaikan masalah walaupun sudah beberapa kali disarankan baik oleh pihak Polda Kalimantan Timur,” tandas Maulana.



Atas pernyataan sikap sebagaimana di atas, pemilik armada taksi dan sopir CV Kalung Mas tidak mendapatkan manfaat sama sekali bermitra dengan CV Kalung Mas sehingga dengan ini bermaksud untuk mengelola sendiri operasional armada taksi dan bermaksud memutus hubungan kemitraan dengan CV Kalung Mas. 

”Kepada pihak Pemerintah, dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur agar dapat membantu kami dalam hal perijinan sehingga kami masih dapat mencari nafkah untuk kebutuhan hidup kamai dan keluarga kami,” tutup Maulana. (*/beny)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM