Selasa, 10 Januari 2017

Peresmian Pelabuhan Kenyamukan Terancam Molor


Johansyah Ibrahim

SANGATTA,KABARKALTIM.CO.ID- Mei 2017 mendatang, rencana pelabuhan Kenyamukan resmi beroperasi. Namun peresmian tol laut pelabuhan Kenyamukan di Kutim terancam molor. Lantaran jalan darat penghubung sepanjang 300 meter itu tak kunjung dikerja. Padahal Wakil Bupati Kasmidi Bulang Oktober 2016 lalu, sudah turun lapangan melihat dari dekat kondisi riel lahan di sana.

“Wakil bupati Kutim sudah tinjau lokasi bulan sepuluh lalu. Namun sampai saat ini (Senin, 9 Jauari 2017, Red) belum ada tanda-tanda jalan darat penghubung di sana dikerja. Padahal warga pemilik lahan  di sana tidak mempersoalkan bila lahan itu digunakan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Johansyah Ibrahim dalam pertemuan dipimpin wakil bupati Kutim di ruang Meranti, Kantor Bupati Bukit Pelangi.


Pelabuhan Kenyamukan merupakan salah satu tol laut wujud nawaicita presiden Joko Widodo yang akan berfungsi mempermudah transportasi rute  Nunukan, Sangatta, Makassar dan Surabaya (pp). Namun, sangat disayangkan Dinas Pekerjaan Umum atau PU belum melanjutkan pekerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. “Saya belum tahu kenapa,” tanya Johansyah Ibrahim.

Kepala Dinas PU Aswandini menyatakan, pengerjaan badan jalan darat dari Jl. Karya Etam menuju pelabuhan Kenyamukan sudah selesai yang merupakan tanggungjawab dinas PU. Terkait sisa jalan darat penghubung yang masuk dalam kawasan 100 hektare, itu bukan merupakan tanggungjawab dinas PU. “Sisa jalan yang belum tersambungkan di sana, itu tidak masuk dalam perencanaan dinas PU. Karena itu jalan, masuk dalam rencana pembangunan  satu paket dengan pekerjaan pelabuhan. Jadi dinas PU tidak memiliki peta rencana untuk itu,” elaknya.

Aswandini mengatakan, kalau pekerjaan jalan sepanjang 300 meter itu, kini menjadi beban tanggungjawab dinas PU Kutim, maka sebaiknya data mengenai perencanaan pembangunan jalan darat penghubung aegera diserahkan ke dinas PU. Biarlah dinas PU mengerjakan infrastruktur jalan tersebut. “Tak masalah,” pungkasnya.

Mendengar hal di atas, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekkab Rupiansyah angkat bicara. “Kalau pekerjaan jalan yang dimaksud itu masih memerlukan waktu lama. Belum lagi proses lelang. Sementara, operasi pelabuhan Kenyamukan sudah sangat didamba-dambakan masyarakat,’ terangnya.

Oleh karena itu, lanjut mantan kepala Bappeda Kutim ini, sebaiknya kedepan pelaksanaan pembangunan jalan penghubung dilakukan dengan cara tentara masuk desa (TMD). Karena kalau itu dikerja dengan pola TMD maka proyek itu tidak perlu lagi melalui proses tender. Bila melalui proses lelang waktunya cukup panjang. Untuk itu, satu-satunya opsi pekerjaan jalan darat penghubung dilaksanakan dengan cara swadaya melibatkan TNI agar cepat rampung. (baharsikki)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM