Selasa, 13 Desember 2016

Yusran : Manajemen Penanganan Bencana Harus Tepat


PPU PERIHATIN TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI DI ACEH


Yusran Aspar
PENAJAM,KABARKALTIM.CO.ID,- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar mengungkapkan sangat peduli dan perihatin atas terjadinya musibah gempa bumi yang terjadi di Aceh beberapa hari lalu. Namun menurutnya, sistem penyaluran dan penggalangan  bantuan yang dilaksanakan pemerintah masih kurang tepat. Pernyataan ini disampaikan disela-sela perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Pemkab PPU, Selasa, (13/12) beberapa waktu lalu.

“Kami sangat perihatin terhadap saudara-saudara kita di Aceh yang telah mendapat musibah gempa bumi disana, namun sistem penyaluran bantuan yang disampaikan menurut kami masih kurang tepat, “ungkap Yusran.
Dikatakan Yusran, terjadinya musibah bencana alam di Aceh tersebut memang menimbulkan banyak keperihatinan berbagai kalangan masyarakat. Setelah terjadinya bencana itu lanjutnya, berbagai elemen masyarakat mulai menggalang dana yang ditujukan untuk para korban di sana.

“Menurut kami, cara-cara penggalangan dana korban bencana ini masih kurang efektif. Tidak jelasnya manajement, terkadang bantuan dana yang disalurkan kerap tidak tepat sasaran atau tidak sampai kepada tujuan, “jelasnya.

Dijelaskan Yusran, dirinya menceritakan ketika terjadi bencana alam di kabupaten bantul jawa tengah beberapa tahun lalu. Ketika itu pemkab PPU datang kesana untuk memberikan bantuan kepada korban encana. Kemudian beberapa hari selanjutnya ada berita bahwa kabupaten Kutai Karta Negara juga ikut membantu kesana yang disusul oleh beberapa daerah di Kaltim.

“Menurut kami,  pemerintah pusat masih kurang tepat untuk memenect terjadinya bencana yang ada, pada akhirnya akan terjadi penumpukan bantuan yang tidak tersalurkan. Belum lagi masyarakat yang harus rela berdiri dijalan untuk menggalang dana dan sebagainya. Tetapi maaf, salah manajemen, belum tertata dengan rapi, pada akhirnya bantuan banyak tidak sampai kepada tujuan tentu akibat tidak rapinya manajemen yang ada, “ungkapnya.

Menurutnya, jika terjadi bencana nasional, cukup presiden melalui siaran resmi televisi menyampaikan pidatonya bahwa telah terjadi bencana di aceh misalnya. Melalui pidato presiden, spontan para gubernur, bupati dan walikota yang dipimpin langsung oleh badan bencana nasional di Jakarta bergerak cepat. Kemudian masing-masing gubernur menyampaikan perintah kepada kabupaten kota yang ada untuk menggalang bantuan.

“Bayangkan jika 10 Kabupaen/kota di Kaltim mengirimkan 10 orang relawan untuk membantu disana. Kemudian mengirimkan dua orang dokter serta setiap kabupaten kota memberikan sumbangan sebesar satu milyar rupiah. Apalagi dalam jumlah lebih dari 500 kabupaten kota se Indonesia melakukan ini, maka bantuan yang dikumpulkan tersebut menjadi sangat besar, tidak tumpang tindih dan dipastikan bantuan tepat sasaran kepada korban bencana, “terangnya.

Dikatakan Yusran, pada prinsipnya dalam konsep tersebut  memang daerah harus ada prinsif saling gotong royong dalam penanganan musibah.Jika konsep-konsep tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, pastilah penanganan bencana yang terjadi akan lebih mudah.

“Tidak perlu anak-anak kita, mahasiswa dan sebagainya harus bersusah payah berdiri dijalan untuk menggalang dana bencana atau cara-cara lain yang harus dilakukan untuk penggalangan dana,  tetapi cukup dengan manajemen ini pastilah semua akan menjadi mudah, “pungkasnya. (humas6)



Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM