Sabtu, 10 Desember 2016

RISNA, SRIKANDI PEMADAM KEBAKARAN : PANTANG PULANG SEBELUM PADAM

Risna dan rekan-rekannya, sigap dalam mencegah kebakaran

Memperingati Hari Ibu pada 22 Desember 2016 mendatang, kabarkaltim.co.id akan menulis sosok ibu dari berbagai profesi yang berbeda. Mereka bukan publik figur bukan pula artis apalagi tokoh politik. Mereka adalah mewakili kaum marginal. Kaum yang terkadang dipandang sebelah mata. Tapi mereka adalah mewakili kaumnya. Arti seorang ibu mengandung miliaran makna. Ibu adalah lambang surga yang terlihat di dunia. Ibu seperti apapun dia tetaplah seorang wanita yang paling mulia di dunia. Dalam dunia pendidikan sosok ibu punya naluri mendidik yang tak bisa digantikan dengan metode apapun. Inilah rahasia seorang ibu meski secara akademik boleh tidak pandai tapi kasih sayang ibu yang mereka berikan bisa menghantarkan sang anak mencapai kesuksesan hidup.


Risna, sang pemadam kebakaran
RISNA  begitu akrabnya dipanggil merupakan sosok srikandi pemadam  yang tangguh kuat. Mengawali kariEr sebagai PNS di KPK (Kantor Penanggulan Kebakaran) tahun 2003 kemudian berubah menjadi BPBK (Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran ) tahun 2009 dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana  Daerah ) tahun 2013 sampai sekarang. 

Ibu 2 anak ini mengawali kegiatan paginya mengurus anak anaknya keperluan sekolah. Kemudian berangkat ke kantor. Bekerja baginya adalah ibadah. Bekerja di seksi kedaruratan dan evakuasi kebakaran yang tugasnya adalah menghimpun informasi dan data serta evakuasi harus terjun ke lapangan. Srikandi Pemadam ini  yang mempunyai motto pantang pulang sebelum padam, mengharuskan siap 24 jam apabila terjadi bencana. 

Kesibukannya di kantor tak melupakannya untuk tetap bugar. Risna menyukai olahraga pencak silat. Wanita kelahiran 30 juni 1981 ini merasa tak risih berada di lingkungan team worknya yang mayoritas adalah laki laki. Ketika ditanya sosok seorang ibu di mata Risna : ibu adalah sosok yang luar biasa dalam kehidupan kita. Ibu adalah sosok perempuan yang tangguh ketika badai kehidupan menghempas. Seorang ibu secara fisik boleh saja adalah seorang yang lemah namun ketika harus menyelamatkan anak anaknya ia berubah menjadi sosok yang pemberani. Rela pasang badan untuk anak-anaknya. Dan ibu single parent juga bisa merangkap menjadi bapak dan menjadi tulang punggung keluarga. 

Harapan Risna di Hari Ibu agar semua wanita bisa memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk menuntut ilmu sebanyak banyaknya mencari pekerjaan yang layak supaya tidak tergantung sama laki-laki. Karena sekarang sudah pemerataan gender antara laki laki dan perempuan sudh setara sekarang apapaun pekerjaan laki laki sanggup dikerjakan seorang perempuan. Jangan perlihatkan kalau perempuan itu lemah tapi perlihatkan kalu perempuan itu perkasa tegar tangguh dan kuat.  Selamat Hari Ibu. (sahirkembar/eddy supardi)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM