Minggu, 13 November 2016

Rekam Jejak Bupati PPU Yusran Aspar Membangun Daerah (Bagian 2)

BANGUN PUSAT PERKANTORAN PERMUDAH PELAYANAN MASYARAKAT

Catatan : Subur Priono (Humas 6)

Sejak dilantik sebagai Pejabat Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Tahun 2002 lalu,  H. Yusran Aspar, dalam waktu yang singkat, sekitar 1 tahun 1 bulan telah berhasil menjadikan Kabupaten PPU menjadi Kabupaten Definitif. Bahkan dari catatan yang ada, ini merupakan proses tercepat dalam pembentukan kabupaten baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Selanjutnya Yusran Aspar terpilih sebagai bupati pertama tahun 2003-2008 saat itu.

Kawasan pusat Pemerintahan Kabupaten PPU
Ketika awal kepemimpinannya itu, dapat dikatakan membangun sebuah daerah dari angka nol. Namun akhirnya kemasyarakatan semakin terlihat jelas. Berangkat dari segala  keterbatasan sebagai kabupaten baru di Kaltim saat itu telah berhasil membangun berbagai fasilitas pembangunan daerah yang ada antara lain adalah kompleks perkantoran sebagai pusat pelayanan pemerintahan yang representatif dalam satu kawasan yang tertata rapi. Terobosan ini patut mendapatkan apresiasi karena memiliki pandangan jauh ke depan dan sangat tepat dalam mengambil keputusan. 

 “Ketika itu jika perencanaan pembangunan fasilitas gedung perkantoran kita tidak tepat bisa saja tidak seperti saat ini. Misalkan, mungkin kantor bupati menggunakan atap sirap, itu dapat saja dilakukan dengan alasan ciri khas daerah. Atau kantor bupati berada di wilayah Silkar, kantor DPRD PPU di wilayah Penajam dan sebagainya. Jika itu terjadi, tentu kini akan menyulitkan masyarakat dalam suatu urusan dan menyulitkan kita semua tentunya,“ terang Yusran Aspar dalam satu kesempatan.

Namun kini semua patut bersyukur dan itu tidak terjadi. Melalui gagasan dan perencanaan Bupati Yusran Aspar yang begitu cemerlang, kompleks perkantoran kini tertata rapi dengan tatanan dan gaya modern yang tidak akan tertinggal oleh kemajuan jaman kedepan. Berada di lokasi yang strategis dalam satu komplek perkantoran, menjadikan pelayanan kepada masyarakat semakin mudah dan terjangkau.

Di awal kepemimpinannya ini juga, Yusran Aspar telah mampu menciptakan berbagai gagasan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Salah satunya dalah melalui program sawit rakyat seluas 2.000 hektare setiap tahun melalui APBD dimasing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten PPU. Program ini sejak saat itu terus berkembang, bahkan kini tercatat telah lebih dari 48 ribu sawit rakyat yang ada di Kabupaten PPU.

Kemudian di bidang peternakan, secara terencana dan konsisten diprogramkan melalui APBD  pengadaan sapi bibit. Dirinya bahkan saat itu konsisten ingin menjadikan Kabupaten PPU swasembada daging  dan alhamdulillah sekarang telah melampaui target populasi yang diinginkan.

Semula pengadaan sapi hanya berjumlah sekitar 4.000 ekor kini jumlah sapi bantuan pemerintah daerah lebih dari 17.000 ekor di PPU. Akhirnya target 10.000 ekor yang diharapkan telah melampaui batas. Kemudian budidaya sapi ini terus dikembangkan melalui berbagai pola, antara lain sapi yang diintegrasikan dengan perkebunan kelapa sawit, melalui pola kandang di Trunen Kecamatan Sepaku dan pengembangan melalui pola gaduh yang dilakukan oleh warga.

Di bidang perikanan, baik nelayan tangkap maupun nelayan budidaya, juga menunjukan kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dikarenakan sentuhan-sentuhan yang dilakukan oleh pemerintah daerah melaluki APBD setiap tahun dilakukan secara konsisten dan terencana. Nelayan yang ada di PPU selalu mendapat kemudahan dengan berbagai fasilitas bantuan dari pemerintah daerah seperti berupa kapal tangkap, mesin kapal, jaring alat tangkap ikan, keramba jaring apung, rumpon cerdas, apartemen ikan dan sebagainya. 

Melalui berbagai prestasi yang telah dibangun oleh pemerintah kabupaten PPU tersebut, kini daerah ini menjadi salah satu lumbung pangan di provinsi Kaltim, karena sentuhan-sentuhan terencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah antara lain seperti infrastruktur jalan desa, jalan usaha tani , jalan produksi, irigasi, alsintan dan sebagainya.

Untuk mendukung kegiatan-kegiatan produktif tersebut dan memudahkan masyarakat agar mendapatkan pembiayaan dengan bunga yang sangat murah, pemerintah daerah pada tahun 2004 lalu juga telah  mengeluarkan kredit penguatan modal UMK, yang bekerja sama dengan BPD Cabang Penajam dengan bungga hanya 6 persenper tahun.

Tidak cukup sampai disitu, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan Bank Pengkreditan Rakyat Ibaduhrahman pada tahun 2005 lalu yang ditujukan untuk UKM dan petani dengan bunga hanya 5 persen yang telah digulirkan jauh sebelum program KUR pada 2007 diluncurkan oleh pemerintah pusat dan sekarang akan dikembangkan untuk fasilitas kredit infrastruktur desa.

Berbagai program bupati tersebut memang patut diberikan acungan jempol dan sangat tepat jika dijadikan percontohan bagi daerah lain khususnya di kaltim dalam rangka mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat. (bersambung).
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM