Selasa, 15 November 2016

Pemkab PPU Dukung Swasembada Daging 2026


Kegiatan Pencanangan Gerakan Inseminasi Buatan (IB)
PENAJAM,KABARKALTIM.CO.ID,- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pertanian Kab. PPU melaksanakan kegiatan Pencanangan Gerakan Inseminasi Buatan (IB) serentak seluruh Indonesia di Kelompok Tani Lestari, Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu, Selasa (15/11/16).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh. Arief Murdiyatno mengatakan kegiatan IB ini dilaksanakan secara serentak di peternakan se- Kalimantan Timur dan juga di seluruh Indonesia pada waktu yang sama, dimana untuk kegiatan IB se-Indonesia dipusatkan di Provinsi Lampung.


“Di seluruh Indonesia, di seluruh Kabupaten/Kota, dibawah koordinasi Dinas Peternakan Provinsi, hari ini secara bersama-sama melakukan Gerakan IB Serentak dalam rangka menyambut Pelaksanaan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) di tahun 2017, dari Kementerian Pertanian di tahun 2017 mengadakan Program UPSUS SIWAB dan untuk di kab. PPU ini juga dilaksanakan beserta kabupaten/ kota lain di Kalimantan Timur dan Alhamdulillah masing-masing kab/kota mendapat dukungan penuh dari Dinas Peternakan Prop. Kaltim, " kata Arief.

Ia menambahkan, kegiatan IB ini dilakukan pada sapi-sapi yang sudah disinkronisasi dan untuk target di Kab. PPU sebanyak 10 ekor dari 100 ekor  di seluruh Kaltim. Selain itu, kegiatan ini juga akan dirangkai dengan kegiatan serah terima Polis Asuransi Ternak. Dimana, di PPU telah terdaftar sekitar 797 ekor sapi yang telah mengikuti program asuransi ternak dari Jasindo. Hal ini merupakan amanat dari Undang-undang Pemberdayaan Petani dan Pemberdayaan Peternak bahwa sapi-sapi para peternak harus diasuransikan untuk menghindari resiko-resiko tertentu untuk dapat diklaim.  

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pertanian Kab. PPU Joko Dwi febriyanto menyampaikan bahwa para petani ternak yang telah mendapatkan bantuan haruslah bersyukur karena di tahun 2017, Pemerintah tidak menggulirkan lagi sapi-sapi baru baik dari jenis sapi Brahman, jenis bali dan jenis lainnya. Program terbaru dari Pemerintah seperti SIWAB  dan Ganrep (Gangguan Reproduksi) di seluruh Indonesia, dimana sapi-sapi sekarang dipaksa untuk bunting. 

“Terdapat juga bantuan-bantuan yang sifatnya khusus, terutama untuk sapi-sapi yang sulit bunting karena ada gangguan reproduksi maka akan dipulihkan dahulu melalui program HNT, program bantuan pakan dan program-program lainnya. Selain itu, terdapat Program asuransi ternak dan diharapkan bagi seluruh peternak nantinya mampu membayar preminya sendiri, sehingga jika ada masalah kematian ternak tidak terlalu mengalami kerugian.  Kami berharap agar para peternak juga ikut menyukseskan program pemerintah yaitu Pogram SIWAB dan Program Ganrep ini, "tutupnya.

Perwakilan dari Tim UPSUS Dinas Peternakan Prop Kaltim, drh. Sri Winarni mengatakan bahwa kegiatan ini adalah dalam rangka untuk mendukung pencanangan Upaya Khusus SIWAB tahun 2017. Upaya Khusus SIWAB ini merupakan terobosan untuk meningkatkan populasi sapi secara serentak dan besar-besaran di Indonesia, termasuk juga untuk kemandirian dalam mengurangi Impor daging sapi. Sehingga, target Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yaitu  swasembada daging tahun 2026 dapat tercapai. Dan, untuk mendukung UPSUS SIWAB ini , Pemerintah melakukan kegiatan IB, Kawin Alami, peningkatan sarana prasarana, peningkatan sumber daya manusia serta program Gangguan Reprodruksi (Ganrep) secara terus menerus, agar swasembada daging dapat tercapai. (humas3)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM