Senin, 14 November 2016

Bupati Pimpin Apel Kebhinekaan Cinta Damai di Mapolres PPU


YUSRAN ASPAR : SEMANGAT KEPAHLAWANAN ADALAH SEMANGAT PERSATUAN

Bupati PPU periksa pasukan saat Apel Kebhinnekaan Cinta Damai
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H. Yusran Aspar pimpin Apel besar Kebinekaan cinta damai yang digelar di Mapores PPU. Apel yang diselenggarakan tersebut  mengangkat  tema, “Melalui hikmah hari pahlawan ke-71 tahun 2016, kita tingkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI yang kokoh, Selasa, (15/11/2016).

Dalam sambutan tertulisnya Yusran Aspar mengatakan bahwa  setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan, sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa. 

Peristiwa tersebut kata dia, memberi pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah politik ketakutan, melainkan politik harapan. Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan. 

“Semangat kepahlawanan adalah semangat persatuan, persatuan yang bulat dan mutlak dengan tidak mengecualikan sesuatu golongan dan lapisan. Semangat Kepahlawanan adalah semangat membentuk dan membangun negara, “kata Yusran Aspar. 

Lanjutnya, setiap  zaman memiliki tantangan tersendiri. Dan oleh karena itu, setiap zaman harus mengembangkan respon kepahlawanan yang sesuai dengan zamannya. Setelah Indonesia merebut kemerdekaannya, semangat kepahlawanan tidak cukup hanya dengan mempertahankan patriotisme defensif, melainkan dibutuhkan  patriotisme yang lebih positif dan progresif. Patriotisme sejati bukan sekadar mempertahankan melainkan juga memperbaiki keadaan negeri. Untuk keluar dari berbagai persoalan bangsa hari ini, patriotisme progresif dituntut menghadirkan kemandirian bangsa tanpa terperosok pada sikap anti-asing. 

YusranAspar bersama Kapolres PPU, AKBP Teddy Ristiawan
“Hal ini tentu sesuai dengan tema apel besar pada hari ini. Selain itu juga, untuk mencapai perikehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu berdaulat, adil dan makmur, patriotisme progresif harus mengembangkan ketahanan bangsa untuk bisa mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalam kebudayaan,“ ujarnya. 

Kata dia, tantangan dan persoalan yang dihadapi saat ini memang berat. Akan tetapi, tidak boleh putus pengharapan. Para pahlawan kusuma bangsa mengajarkan pada semua arti penting perjuangan, ketabahan dan harapan. Bahwa barang siapa yang ingin memiliki mutiara harus kuat menahan napas, dan berani terjun menyelami samudera yang sedalam-dalamnya. 

“Melalui momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016 yang dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, kita dapat mengambil makna yang terkandung didalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada kita semua, seperti  takwa kepada Tuhan YME, pantang menyerah, jujur dan adil, percaya kepada kemampuan sendiri serta kerja keras untuk membangun Indonesia yang sejahtera sebagaimana cita-cita para pahlawan bangsa,“ pungkasnya. 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolres PPU, AKBP Tedy Ristiawan, perwakilan Kodim 0913/PPU, Perwakilan Kajari PPU dan sejumlah perwira dilingkungan Mapolres PPU.  Apel ini juga diikuti oleh ratusan jajaran Kepolisian, TNI, PNS dan sejumlah perwakilan organisasi pemuda di lingkungan pemerintah Kabupaten PPU. (humas6)


Deklarasi

Kebinekaan Cinta Damai
di Kabupaten Penajam Paser Utara

Kami Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara Selaku Warga Negara Indonesia berdeklarasi :

1.     Akan menjunjung tinggi dan mengamalkan pancasila dan berpegang teguh pada Undang- Undang Dasar 1945.
2.   Menghormati dan melaksanakan kewajiban dan hak sebagai warga negara Indonesia, dengan rasa penuh tanggung jawab dan dengan sebaik-baiknya.
3.   Menghormati dan menghargai sesama warga negara Indonesia serta akan menjunjung tinggi norma agama, sosial dan norma hukum.
4. Akan menghormati dan memelihara nilai-nilai jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan sebaik-baiknya.
5.  Akan selalu menciptakan dan memelihara rasa, aman, tertib, nyaman, tentram dan humanisme demi terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif.
6.    Akan menjaga nama baik sebagai warga negara Indonesia kapan dan dimanapun berada, demi persatuan dan kesatuan serta kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia.
7.     Sanggup untuk menjaga kerukunan kehidupan beragama dan menciptakan suasana cinta damai dan menghargai perbedaan keyakinan serta ajaran agama masing-masing dalam rangka menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI
 
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM