Rabu, 12 Oktober 2016

Tolani : K13 sebaiknya Dipadukan Kurikulum 2006


Akhmad Tolani (katono/kk)
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Sebagian guru menganggap bahwa kurikulum 13 (K13) memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan kurikulum 2006, memiliki 4 aspek penilaian yakni aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap dan aspek perilaku. 

Di dalam materi pembelajaran ternyata terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Sedangkan materi yang dirampingkan ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika. 

Namun dalam pelaksanaannya tidak semua sekolah melaksanakan K13, sedangkan sekolah yang melaksanakan K13 itu pun atas petunjuk dari pemerintah pusat. Segala persiapan pun dilakukan dari mulai pembekalan guru tentang kurikulum K13, bahkan semua tenaga guru harus bisa mengoperasikan IT. 


Namun setelah K13 dilaksanakan menemui banyak kesulitan terutama menjelang persiapan ujian. Soal UN yang seharusnya menggunakan K13 tapi harus disesuikan dengan kurikulum 2006, boleh dibilang dalam melaksanakan ujian tidak ada yang dibedakan antara sekolah yang melaksanakan k13 dengan sekolah yang melaksanakan kurikulum 2006. 

Menurut Akhmad Tolani SPd MM yang merupakan mantan pengawas punya pandangan lain soal kurikulum K13. Ia berpendapat bahwa K13 memang memiliki keunggulan dan kelemahan. Bagi sekolah yang sudah melaksanakan K13 tentu memiliki tingkat kesulitan terutama dalam pengisian rapor, dimana setiap mata pelajaran harus diuraikan. 

Kemudian dalam pelaksanaan ujian sekolah pun tidak ada yang harus dibedakan antara sekolah yang sudah melaksanakan K13 dengan sekolah yang masih menggunakan kurikulum 2006. Sebab soal ujian yang mengacu pada K13 harus disesuaikan dengan kurikulum 2006.Persoalannya pelaksanaan UN untuk K13 menggunakan skor sementara kurikulum 2006 menggunakan standar bilangan ratusan, sehingga tim kerja UN akan mengalami kesulitan karena belum ada acuannya, jadi wajar saja harus menyesuaikan dengaan kurikulum 2006.

Dikatakan Tolani di dalam aspek penilaian di K13 pihak orang tua murid banyak yang tidak puas melihat hasil penilaian sistim skor, misalkan siswa memiliki skor 4 padahal skor 4 sama dengan nilai 100.Jadi dalam pelaksanaan K13 yang sudah berjalan 3 tahun sebenarnya masih banyak ditemukan kelemahan. 

”Sebaiknya KTSP 2006 dipadukan saja dengan K13 sehingga akan menjadi kurikulum baru karena KTSP masih cukup bagus,” ujar Tolani. (ktn)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM