Kamis, 08 September 2016

Softex Wanita Diracik Menjadi Narkoba

Seminar bahaya narkoba. (bahar sikki/kk)
SANGATTA,KABARKALTIM.CO.ID- Ada-ada saja. Berbagai cara manusia dalam memuaskan hidup. Softex wanita direbus, lalu airnya diminum. Rasanya seperti mengkonsumsi narkoba. Hal ini diungkapkan Plt Sekkab Irawansyah ketika didaulat membuka seminar  tentang bahaya narkoba di ruang Meranti, Kantor Bupati, Bukit Pelangi, Jumat pagi (9/9/2016).


"Bahan bangunan seperti lem juga diisap. Macam-macam saja prilaku anak-anak kita. Jadi prilaku anak-anak kita makin aneh-aneh. Sudah ada ditangkap ngelem. Bahkan softex perempuan dijadikan barang adiktif," beber Irawansyah di hadapan peserta seminar dan undangan terhormat.

Kutim, lanjut Irawansyah, sudah menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba. Dari data Polres Kutim tercatat Juli lalu diamankan 14.025 kilogram shabu-shabu (SS) senilai Rp 30 miliar. Terhitung Januari- April 2016 ada 73 kasus narkoba, dan 95 tersangka dengan barang bukti (BB) 269,29 gram  SS, 16.949 butir dobel L serta uang Rp 16.626.000,-


Tahun 2015 ada 89 kasus, dan ditangkap 142 tersangka dengan BB berupa 183.63 gram SS, 6.994 butir dobel L serta uang Rp 49.237.000,- . Sedangkan tahun sebelumnya (2014) Polres Kutim menangani 81 kasus narkoba. Tersangkanya 165 orang terdiri dari 146 laki-laki dan 19 perempuan dengan BB berupa 312,39 gram SS, 1.307 butir dobel L serta uang Rp 77.240.000,- . Jadi penyalahgunaan narkoba yang ditangani Polres Kutim bukan hanya laki-laki, tapi perempuan juga ada. Bahkan semua level usia, baik anak-anak, orang dewasa maupun ibu rumah tangga sudah ada yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

"Dari data kasus narkoba di daerah ini menunjukan bahwa penyalahgunaan barang narkotika dan zat-zat adiktif seiring waktu alami peningkatkan," kata Irawansyah dalam sambutan pembuka.

Oleh karena itu, lanjut mantan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim ini mengimbau kepada semua pihak, bahwa memerangi penyalahgunaan narkoba bukan hanya tanggungjawab pemerintah, Polri/TNI,  Tapi perang terhadap penyalahgunaan narkoba menajdi tanggungjawab bersama secara menyeluruh.Dan, mungkin kedepan masuk SLTP  atau SLTA calon siswa dites urin guna memastikan yang bersangkutan tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.

Selanjutnya Kepala Badan  Nasional Narkotika Provinsi Kaltim Brigjen Pol Edison Panjaitan menyatakan, narkoba bila digunakan secara tidak benar bisa merusak otak secara permanen. Bahkan narkoba bila disalahgunakan dapat merusak kesehatan tubuh manusia. Narkoba boleh digunakan untuk keperluan medis oleh dokter, dan untuk ilmu pengetahuan sebagai bahan penelitian. 

"Untuk bila saya katanya, apa kabar Kutim. silahkan jawab, Alhamdulillah sehat wal afiat. Luar biasa. Selanjutnya, kalau saya katakan masyarakat Kutim, silahkan jawab yes. Tapi kalau saya katakan narkoba, silahkan jawab no," ucap Edison menyemangati yel-yel seminar bahaya narkoba bertajuk, "Kubebaskan diriku dari jeratan penyalahgunaan narkoba". (ri)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM