Sabtu, 24 September 2016

Ratusan Murid TK 'Tunaikan" Ibadah Haji

BONTANG,KABARKALTIM.CO.ID- Hujan rintih menyirami wilayah Bontang, Kaltim, Sabtu pagi (24/9/2016) atau 22 Dzulhijjah 1437 Hijriah, tak menyurutkan semangat ratusan murid
Manasik haji cilik Bontang. (bHr sikki/kk)
Taman Kanak-Kanak (TK) kota Taman (Teduh Aman, Mandiri, Agamis dan Nyaman, Red) dalam menunaikan rangkaian  ibadah haji seperti yang dilakukan orang dewasa ketika berada  di Makkah, Arab Saudi.

Bedanya, kalau orang dewasa naik haji, mereka memempuh berjalanan udara  berjam-jam dari Indonesia ke Arab Saudi. Tapi kalau manasik haji cilik yang digelar di Masjid Baitul Rahman, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, santri hanya dipandu membaca bacaan tiap tahapan proses dalam mempraktikkan ibabah fisik.

Rahman Budiono memandu manasik haji cilik se-Kota Bontang. Jamaah haji cilik berkumpul di lantai dasar Masjid Baitul Rahman guna mendengar arahan panitia pelaksana Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Bontang. Sebelum mempraktikan prosesi ibadah haji, maka semua jamaah haji cilik diajak terlebih dahulu memanjatkan niat  haji dalam menjalankan rukun Islam kelima.


“Allahummah Khalaka Lakbai,” ucap Rahman Budiono menggunakan mengeras suara. Ucapan Rahman Budiono diikuti jamaah haji cilik didampingi masing-masing gurunya disaksikan para wali murid TK.

Manasik haji cilik bertema, “Tamankan Sikap Sabar Sejak Dini,” sudah menjadi agenda rutin tahunan bagi pengurus IGTKI Bontang. Ratusan murid TK berpakaian ihram tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah suci tahunan tersebut. Kendati suasana pagi itu udara dingin menyapa kulit karena lagi hujan gerimis.

“Sesungguhnya pakaian ihram warna putih itu tidak dijahit bila digunakan laki-laki maupun perempuan dalam menjalankan ibabah haji.  Namun, dalam manasik  haji cilik ini para murid TK kebanyakan masih tetap menggunakan pakaian yang sudah dijahit. Ini tidak apa-apa karena hanya praktik melakukan ibadah haji,” kata Rahman Budiono.

Usai berniat, ratusan murid TK bersama panitia, guru pendamping serta orangtua beranjak dari arena pembukaan menuju lokasi ritual  dari lantai dasar naik jalan kaki melintasi tangga beton berlika liku menuju ruangan utama masjid Baitul Rahman. Di ruang utama Masjid Baitul Rahman sudah terpasang sarana ibadah yang sudah ditempeli  masing-masing nama ritual. Ada melontar jumrah, ada tawaf, ada sa.i, wukuf, memotong rambut, berkurban.

Tiap jamaah melempar jumrah menggunakan batu krikil sebanyak tujuh kali. Ini mengisahkan permusuhan nyata manusia melawan setan. Tawaf mengelilingi Kakbah berlawanan arah jarum jam sebanyak tujuh kali, dan tiap jamaah berusaha menyempatkan diri mencium batu hajar aswad. Sa’i adalah berlari-lari kecil antar shafa dan marwah.

 Sa.i ini mengisahkan sewaktu kecil Nabi Ismail AS  kehausan di padang pasir, dan kala itu ibunya Siti Sarah kebingungan mencarikan air. Saking bingungnya, istri Nabi Ibrahim AS tersebut bolak balik lari antara shafa dan marwah. Berkat kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, di tempat Ismail berontak  loncat-loncat kehausan, tiba-tiba pasirnya nampak basah. Setelah di keruh pakai tangan, air makin nampak banyak. Air sumur itu dinamai air zam-zam. Sehingga, manasik haji cilik di Kota Taman Bontang mereka diberi minum air zam-zam dari Makkah. Mudah-mudahan ada manfaatnya. (ri)




Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM