Jumat, 23 September 2016

Perkebunan Kelapa Sawit PPU Bisa Dikembangkan hingga 70 Ribu Ha






PENAJAM, KABARKALTIM.CO.ID-Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang penting dan strategis di daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), karena peranannya yang cukup besar dalam mendorong perekonomian rakyat, terutama bagi petani perkebunan.

Demikian dijelaskan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten PPU Ir Abbas Khalid, belum lama ini. Berdasarkan data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten PPU, potensi lahan perkebunan kelapa sawit rakyat di daerah ini bisa dikembangkan mencapai sekitar 70 ribu hektare.  



Sementara Ketua Apkasindo Kabupaten PPU, Ahmad Indradi menambahkan bahwa Daerah PPU memang cocok dan potensial untuk pembangunan pertanian perkebunan.  
Menurutnya Pembangunan perkebunan kelapa sawit mempunyai dampak ganda terhadap ekonomi wilayah, terutama sekali dalam menciptakan kesempatan dan peluang kerja. Pembangunan perkebunan kelapa sawit ini telah memberikan tetesan manfaat, sehingga dapat memperluas daya penyebaran pada masyarakat sekitar 

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, Pusat Kajian dan Pemberdayaan Pertanian Berkelanjutan (PKP2B) Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman bekerja sama dengan APKASINDO yang mendapatkan dukungan penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengadakan acara pelatihan produktivitas petani kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara. Hal ini sesuai dengan Pasal 11 dalam Perpres Nomor 61, Tahun 2015 mengenai penghimpunan dan penggunaan dana perkebunan kelapa sawit.
  
Bahwa salah satu tujuan disalurkannya dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) adalah untuk pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit. Penggunaan Dana pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kemandirian dan berdaya saing.  Juga meningkatkan kemampuan teknis manajerial, dan kewirausahaan. 

Acara pelatihan ini diikut isebanyak 50 petani kelapa sawit dari berbagai wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas petani kelapa sawit dalam mengelola dan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.  

Ketua PKP2B, Universitas Mulawarman, Zulkarnaen, menjelaskan bahwa ada banyak mata kegiatan yang diikuti peserta, di antaranya diskusi, pemaparan dari para pemateri profesional.
Peserta juga difasilitasi dengan berbagai macam kebutuhan selama pelatihan yaitu buku pintar dan modul pelatihan. Selain itu, peserta akan mengikuti field trip (kunjungan lapangan) ke PT Muaratoyu Subur Lestari (MSL) yang merupakan anak perusahaan dari Triputra Agro Persada Group. 

Pada field trip tersebut, diharapkan para peserta mampu menyerap bagaimana budidaya tanaman kelapa sawit yang benar(Good Agriculture Practice). Senior Estate Manager PT Muaratoyu Subur Lestari  Wahyudi Kusbiantoro menjelaskan bahwa para petani diberikan sharing session mengenai teknik menanam kelapa sawit sesuai yang biasa dilakukan di PT MSL, tujuan sebenarnya adalah agar para petani dapat meningkatkan taraf hidup dengan mendapatkan tanaman yang berumur panjang dengan hasil yang maksimal.


Penjelasan yang diberikan mencakup dari Tanaman Belum menghasilkan (TBM) sampai Tanaman Menghasilkan (TM). Wahyudi juga menambahkan, PT MSL juga akan terus melakukan pembinaan terhadap petani swadaya karena hal ini merupakan salah satu sumbangsih perusahaan untuk turut serta dalam mendorong laju perekonomian warga sekitar agar dapat hidup lebih sejahtera.


Managing Director PT Triputra Agro Persada Group, Sutedjo Halim mengatakan bahwa industri kelapa sawit, baik itu yang dikelola negara maupun perkebunan rakyat atau petani mandiri mempunyai potensi yang sangat besar, namun persoalan yang terjadi yaitu tingkat produktivitas kebun kelapa sawit belum begitu maksimal. Padahal produk dan turunan dari kebun kelapa sawit merupakan komoditas yang mampu bersaing di dalam perekonomian dunia. Dengan pelatihan seperti ini bisa mendorong petani kelapa sawit rakyat agar bisa memaksimalkan potensi dan produktivitas kebun kelapa sawit tiap hektarnya. 

Kemudian diharapkan juga masalah-masalah perkelapasawitan bisa diatasi dan menjadi komoditas unggul. 

Selanjutnya, kegiatan ini diharapkan tetap berkesinambungan dan memberikan dampak yang positif. Semoga petani yang mengikuti kegiatan ini bisa menyerap pelajaran dengan baik serta memberikan dampak positif terhadap kinerja dan produktivitasnya. (humas8)


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM