Jumat, 16 September 2016

Jembatan Tol PPU-Balikpapan Terus Dikaji



Yusran : Telah Selesaikan Tahapan Penting Jembatan


Pembangunan jembatan tol PPU-Balikpapan terus disuarakan
PENAJAM, KABARKALTIM.CO.ID-Rencana pembangunan Jembatan Tol teluk Balikpapan terus dikaji. Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan yang informasinya menjadi jembatan terpanjang di Indonnesia ini hampir terpenuhi. Semua opsi seperti DID dan Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) juga telah terpenuhi. 

Perihal  ini seperti dikatakan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H. Yusran Aspar, didampingi Wakil Bupati PPU, H. Mustaqim MZ, dan Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, H. Tohar di sela-sela live talksow yang disiarkan oleh Radio Smart FM Balikpapan, Kamis (15/9/2016) beberapa waktu lalu. 


“Alhamdulillah berdasarkan informasi dari pimpinan PT. Waskita Karya, sebagai pihak pemerkasa pembangunan jembatan, bahwa progres jembatan tol teluk balikpapan saat ini telah menyelesaikan tahapan terpenting seperti  DID nya, kemudian Amdal juga telah selesai. Saat ini kita tinggal menyelesaikan proses izin tapaknya. Dalam hal ini, misalkan kita melalui lahan milik Pertamina atau di sana ada Armada Angkatan Laut (AL), kita harus memperoleh izin dari mereka,“ terang Yusran. 

Dijelaskan dia, jika izin tersebut telah selesai, selanjutnya proses pembangunan jembatan tersebut diteruskan ke Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) untuk melaksanakan tender investasi. Kemudian jika proses tersebut telah rampung, maka pihak PT. Waskita Karya dapat memulai pengerjaan pisik bangunan jembatan tersebut.  

“Mudah- mudahan proses ini dapat diselesaikan dalam bulan-bulan ini. Dengan begitu dapat dipastikan akhir tahun ini atau paling lambat diawal 2017 mendatang, pengerjaan awal tiang pancang jembatan tol teluk Balikpapan sudah dapat dimulai. Mari kita doakan bersama,“ terang Yusran Aspar.   

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati PPU, H. Mustaqim MZ mengatakan pembangunan jembatan tol teluk balikpapan  merupakan kunci percepatan kemajuan pembangunan bagi daerah. Bukan hanya untuk PPU, melainkan dampak fositif itu pasti akan dirasakan oleh seluruh daerah di Kalimantan.  
  
“Kabupaten PPU adalah pintu gerbangnya Kalimantan. Oleh karena itu, jembatan tol teluk Balikpapan merupakan kunci kemajuan bagi  pembangunan diseluruh daerah di Kalimantan. Jadi salah jika ada anggapan bahwa jembatan merupakan ambisi dari Kabupaten PPU,“ terangnya.  

Diceritakan Mustaqim, saat ini insensitas kendaraan baik roda dua, roda empat dan sebagainya sangat tinggi melakukan penyeberangan PPU-Balikpapan menggunakan fasilitas yang ada saat ini. Dalam prosesnya, untuk melakukan penyebrangan kedua daerah yang jaraknya hanya berkisar sejauh 5 kilometer ini harus ditempuh perjalanan menggunakan selama 2-3 jam perjalanan. Jika melalui alternatif lain atau jalur darat, pengguna jalan juga harus rela menempuh perjalanan sejauh lebih dari 100 kilometer melalui kecamatan sepaku. 

Satu contoh kata dia, belum lama ini, pemkab PPU dalam pengamanan harus melibatkan personel kepolisian dari kota balikpapan. Dalam jumlah yang cukup besar menuju PPU, personel mereka menggunakan jasa kapal kelotok yang harus menempuh perjalanan cukup menyita waktu. Jika dalam keadaan darurat kata dia, kondisi demikian tentunya dapat merugikan semua pihak. 
Beberapa pereistiwa penting  terkait ini kata Mustaqim juga kerap terjadi. Misalkan seorang pasien PPU  akan dirujuk ke Balikpapan harus melalui perjalanan panjang. Dalam kondisi emerjensi, bisa saja pasien harhus berakhir atau meninggal dunia diperjalanan ketika menuju Balikpapan.  

“Itulah hal-hal penting yang patut menjadi salah sathu pertimbangan betapa pentingnya adanya infrastruktur jembatan tol teluk balikpapan tersebut. Sebap, melalui jembatan yang ada nantinya, diperkirakan perjalanan PPU-Balikpapan hanya membutuhkan waktu 15 menit perjalanan, yang  jauh berbanding dengan saat ini,“ terang Mustaqim.

Hal ini juga kata dia, tentu sejalan dengan program dan gagasan pemerintahan Jokowi sat ini. Bahwa beliau ingin membangun republik ini dari pinggiran. Artinya kata dia, melalui kesempatan ini, pemerintah daerah harus bisa berinisiasi untuk membangun daerah ini sendiri.  

“Untuk itu, menurut kami sebagai pimpinan daerah atau pemegang wewenang di daerah, mohon kiranya tidak mempersulit segala proses pembangunan tersebut. Sayang jika daerah kita yang kaya ini tak mampu membangun sebuah fasilitas yang memang benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat kita,“ terang Mustaqim.  

Dirinya menambahkan, jika dilihat, dulu Gubernur Kaltim Awang Faroek juga tidak mendukung pembangunan jembatan tol PPU-Balikpapan. Namun kata Mustaqim, kini Gubernur sangat mendukung, bahkan dalam satu kesempatan Awang mengungkapkan mendukung 1.000 persen pembangunan tersebut. “Itu artinya, bahwa Gubernur saja mendukung 1.000 persen, masa kita tidak mendukung, “pungkasnya. (humas6)




Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM