Rabu, 03 Agustus 2016

Penangkaran Rusa PPU Ramai Dikunjungi


  

PENAJAM, KABARKALTIM.CO.ID-Objek Wisata Penangkaran Rusa, Desa Apiapi, Kecamatan Waru  Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah PPU. Terlebih pada hari-hari libur. Dari sejumlah keterangan pengunjung ketika dimintai keterangan, diungkapkan bahwa sebagian besar  mereka tertarik untuk melihat langsung kehidupan hewan dilindungi itu. Sebagian juga mengungkapkan hanya sekedar mengabadikan gambar melalui foto-foto bersama keluarga di lokasi tersebut. 

“Selama ini kami melihat rusa sambar hanya di televisi. Makanya kami penasaran ingin melihat langsung di tempat ini," ungkap Hadi, warga Balikpapan yang ditemui di lokasi ini, Minggu, (31/7/2016) beberapa waktu lalu. 


Hal senada juga diungkapkan Amir asal Kabupaten Paser, yang juga salah satu pengunjung di tempat ini. Dirinya mengatakan sudah sering ke tempat itu, namun ia mengungkapkan tidak pernah bosan melihat kehidupan rusa-rusa di penangkaran tersebut. Makanya dalam setiap waktu, dirinya menyempatkan mampir ke tempat itu. 

“Terkadang kita jumpai sejumlah anak-anak rusa sedang bermain satu dengan lainnya. Tak jarang juga ditemui mereka saling berinteraksi antara rusa satu dengan lainnya. Momen-momen seperti inilah selalu manjadi daya tarik tersendiri bagi saya,“ terangnya. 

Lokasi penangkaran rusa yang berada di Jalan Provinsi Km 32 ini memelihara  spesies rusa dari jenis Rusa Sambar (Cervus unicolor brookei). Bahkan populasi Rusa tersebut di sana  terus bertambah, kini jumlahnya telah mencapai 200 ekor. 

Penangkaran rusa ini awalnya sebagai tempat untuk melakukan pengembangbiakan, perawatan, pemeliharaan kesehatan, penyediaan makanan dan memproduksi ternak bibit. Berdiri di atas lahan 15 hektar penangkaran rusa ini juga untuk meningkatkan populasi rusa sambar dan mutu genetik.
 
Selain itu, termpat itu juga kerap dijadikan sebagai tempat pelatihan atau magang dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas atau petani peternak dibidang pembibitan, baik ternak atau hijauan makanan ternak (HMT) dan inseminasi buatan

Di samping itu penangkaran rusa tersebut merupakan kantong alam yang di dalamnya terdapat bahan rekayasa gen dan tempat laboratorium alam bagi peneliti. Penangkaran rusa berada pada pagar dalam yang berbentuk paddock-paddock seluas kurang lebih 15 hektare. 

Sementara tanduk rusa muda juga dimanfaatkan sebagai bahan herbal yang dikelola di lokasi itu. Makanya di penangkaran ini jarang ditemui rusa dengan tanduk panjang seperti di hutan bebas. Karena tanduk telah memasuki usia dua bulan akan dipotong dan dijadikan serbuk dan dimasukkan ke dalam kapsul untuk dijadikan obat tradisional. Yaitu kapsul Velvet. 

Bahkan kapsul Velvet itu telah didistribusikan ke berbagai kota dan kabupaten di Indonesia. Di antaranya Bandung, Jakarta dan Yogyakarta. Bahkan sampai keluar negeri. Dalam istilah biologi tanduk rusa disebut ranggah. Karena pada dasarnya tanduk rusa tidak sama dengan tanduk-tanduk hewan lainnya. Hanya rusa jantan saja yang bertanduk. Dan setelah setahun sekali ranggah itu mengeras seperti tulang lalu akan lepas dengan sendirinya. (humas6)


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM