Kamis, 21 Juli 2016

Minat Baca Masyarakat Masih Kurang



SANGATTA,KABARKALTIM.CO.ID- Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Budi Santoso mengatakan, minat banyak masyarakat masih kurang. Buktinya, Pemkab Kutim
Budi Santoso. (bahar sikki/kk)
telah menyediakan wadah untuk menambah ilmu pengetahuan dengan mengadakan 52 unit perpustakaan desa dari 133 desa ditambah 2 kelurahan, dan 18 perpustakaan kecamatan, serta  perpustakaan daerah. Juga sudah ada perpustakaan di masing-masing sekolah pada level pendidik Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat serta dua perpustakaan perguruan tinggi Stiper dan Stais.

“Di tiap perpusatakaan tersedia beragam judul buku. Tinggal warga memilih judul buku mana yang hendak dibaca. Untuk perpustakaan umum desa dan kecamatan, serta perpustakaan daerah, judul-judul buku di situ bermacam-macam. Cocok dibaca bagi semua tingkatan usia. Termasuk anak-anak maupun orang dewasa,’ kata Budi Santoso usai menyaksikan pelantikan Wakil Ketua DPRD Yulianus Palinggiran di Sekretariat DPRD, kawasan pusat perkantoran Bukit Pelangi, Rabu siang (20/7/2016)
.
Selain itu lanjut Budi, pihaknya telah melakukan jemput bola mendorong tingkatkan minat baca masyarakat, dengan men-stand by-kan mobil perpustakaan pada lokasi strategis seperti terminal di KM 1 Jl Poros Sangatta-Bontang, dan lokasi strategis lainnya. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil sesuai harapan. Bahkan, beberapa perpustakaan desa dan kecamatan terancam tutup, lantaran sepi pengunjung. Padahal petugas di masing-masing perpustakaan sudah ada dengan status honor digaji Pemkab Kutim.

Memang ada tantangan tersendiri dalam meningkatkan minat baca warga. Di satu sisi, letak perpustakaan terkesan jauh dari pemukiman penduduk. Untuk menjangkau perpustakaan memerlukan waktu dan biaya. Di sisi lain, kesadaran masyarakat meluangkan waktu datang di perpustakaan untuk membaca memang terkesan masih kurang. “Lokasi perpustakaan, judul buku ditambah, dan kesadaran perlu disinergikan untuk mencerdaskan anak bangsa,’ terang Budi Santoso.


Kalau tidak, kata Budi Santoso, keberadaan sejumlah perpustakaan hanya sekadar pajangan belaka. Untuk itu, kepala desa dan camat  se-Kutim dimohon untuk proaktif menghidupkan perpustakaan di masing-masing wilayahnya.

Terkait wacana peleburan Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah menjadi Kantor Perpustakaan, dan Kantor Kearsipan Daerah, bagi Budi, bukan suatu masalah. Kata dia, bila Kantor Perpustakaan tersendiri saat ini bisa tipe C, dan Kantor Perpustakan Kearsipan Daerah bisa dengan tipe A. Perpustakaan dan Kearsipan Daerah baru berusia 7 tahun. Kemendagri pasti lebih bijak menyikapi.  Artinya, tenaga kerja honoerer yang ada tak perlu pengurangan. Hanya saja, Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah yang ada di belakang Kampus Stiper  sekarang fungsinya belum maksimal, karena jauh dari pemukiman masyarakat. Padahal sejatinya, perpustakaan berada di dekat pemukiman, mudah dijangkau, murah serta suasana memikat tidak membosankan. (ri)



Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM