Selasa, 14 Juni 2016

Warga Sandaran Tolak Raskin

Warda Desa Manubar, Kecamatan Sandaran.(bahar sikki/kk)
SANGATTA,KABARKALTIM.CO.ID-  Menurut  Camat Muhammad Tahir Pekang, warganya di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menolak menerima beras miskin (raskin)  bukan karena mereka semua sudah sejahtera. Tapi warga yang sejatinya mendapat bantuan raskin dari pemerintah tidak mau menerima karena ongkos angkutnya dari Samarinda sampai di Sandaran jauh lebih mahal ketimbang harga raskin itu sendiri.

“Mohon dipertimbangkan. Bukannya warga kami menolak raskin. Mereka masih sangat membutuhkan raskin sekira lima puluh ton. Hanya saja, untuk mengangkut raskin ke lokasi tujuan ongkos angkutnya mahal,” kata Tahir Pekang dalam rapat koordinasi di ruang Meranti, Kantor Bupati, Bukit Pelangi, Senin (13/6/2016).


Tahir Pekang menjelaskan, kapalnya bersedia mengangkut  barang kalau muatannya sudah capai 150 ton. Dengan alasan pihak kapal itu tidak merugi. Tapi kalau muatan kapal itu kurang di bawah 150 ton raskin, mereka tidak mau. Sementara subsidi sewa  transportasi raskin yang ditanggung pemerintah  hampir  dipukul sama nilainya dengan daerah yang letaknya jauh di pesisir dengan yang dekat.

“Ongkos angkutnya lebih banyak daripada harga raskin. Itulah sehingga warga Sandaran menolak terima raskin,” terangnya.


Oleh karena itu, melalui camat Sandaran, warga tani yang mencari nafkah di pesisir paling ujung wilayah Kutim memohon agar permasalahan pangan kedepan bisa teratasi dengan cara pemerintah menyalurkan bantuan bibit benih padi kepada petani Sandaran. Karena kemarau lalu para petani gagal panen. Sementara lahan yang cocok untuk ditanami padi di wilayah Sandaran seluas 370 hektare lebih. (ri)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM