Selasa, 14 Juni 2016

Penerima Raskin Bertambah di Kutim

SANGATTA,KABARKALTIM.CO.ID- Tahun 2014 warga Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang tergolong miskin tercatat 27.000 jiwa lebih. Tahun ini (Januari- Juni 2016)  warga
Rakor membahas penerima Raskin.(bahar sikki/kk)
Kutim penerima beras miskin (raskin) lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. Ini sebagai akibat gagalnya panen padi di beberapa kecamatan karena kemarau panjang landa daerah yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani.

“Mungkin bukan raskin, tapi beras bersubsidi. Karena kalau sebutannya raskin, kesannya beda. Seolah-olah  jumlah warga Kutim yang miskin bertambah. Padahal hanya karena produksi pangan padi menurun akibat kemarau,” kata Bupati Ismunandar ketika memimpin rapat koordinasi di lantai 1 ruang Meranti kantornya, Bukit Pelangi, Senin (13/6/2016).

Akibat kemarau  landa Kutim September 2015 sampai April 2016, ribuan petani tidak bisa menanam benih padi karena kekurangan air. Apalagi di Kutim, sebagian besar lahan pertanian untuk bercocok tanam jenis padi hanya mengandalkan curah hujan. Sawah tadah hujan seperti Teluk Pandan, dan beberapa wilayah kecamatan yang lain belum punya irigasi representatif mengalami gagal panen. Bahkan wilayah Kecamatan Kaubun pun yang sudah memiliki bendungan representatif produksi padi petani di sana juga alami penurunan karena debit air sungai berkurang. Juga dahulu Kaliorang surplus produksi padi, kini warga di sana mendapat raskin 60 ton.


“Ada petani tak sempat tanam benih padi karena kemarau. Tapi ada pula petani sempat tanam benih tapi mengalami puso karena kekeringan,” terangnya.

Produksi padi ladang selama kemarau landa Kutim gagal total. Beberapa wilayah kecamatan di Kutim ketika curah hujan bersahabat dengan petani yang semula menolak terima raskin karena panennya berhasil, kini mereka minta  juga jatah raskin. Jadi upaya  pemerintah mewujudkan Kutim sebagai  daerah swasembada beras di Kaltim tidak tercapai. Akibat musim kemarau, serta kurangnya luasan lahan pertanian  karena dialihfungsikan menjadi  lahan kebun kelapa sawit.

Sehingga warga di 18 kecamatan se-Kutim mendapat  jatah raskin selama 6 bulan (Januari-Juni 2016) dengan harga terjangkau. Penyaluran raskin tersebut menjadikan Kutim aman stok beras selama Ramadan 1437 Hijriah.

Kebutuhan beras bagi warga Kutim menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Irawansyah, sebagian besar didatangkan  pedagang dari daerah lain. Seperti beras dari Sulawesi, beras dari Jawa dan lainnya. Kutim belum mampu memproduksi pangan padi sendiri guna mencukupi kebutuhan semua warganya. Mudah-mudahan, kedepan  mewujudkan Kutim mandiri melalui pembangunan agribisnis dan agroindustri bisa dicapai dengan mengoptimalkan semua potensi  lahan pertanian sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan begitu, insya Allah,  kedepan warga Kutim penerima Raskin bisa berkurang. (ri)




Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM