Rabu, 22 Juni 2016

SLB Dharma Kencana Raih Banyak Prestasi Tingkat Nasional





MAU tahu  apa itu ABK? Adalah anak berkebutuhan khusus dengan karakateristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental,emosi atau fisik. Yang termasuk ke dalam anak berkebutuhan khusus di antaranya tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, tuna laras, kesulitan belajar, gangguan kesehatan. 

Istilah lain bagi anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa dan anak cacat. Karena karakteristik dan hambatan yang dimiliki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Seperti bagi anak tuna rungu mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille. 

Sebagaimana yang dilakukan pada SLB dharma kencana yang lokasinya terletak di Jalan Pembangunan kawasan Gunung Pasir Balikpapan, dimana sekolah tersebut memiliki peserta didik sebanyak 87 anak berkebutuhan khusus. Dengan didukung 15 tenaga guru yang khusus mendidik, mendampingi dan melayani. Bahkan di SLB dharma kencana juga terdapat anak autis dimana anak autis itu cara mendidiknya satu anak satu guru selama satu jam dengan cara bergantian.Kepsek SLB Dharma Kencana Balikpapan Kota Tuti Suwarni saat ditemui diruang kerjanya, Senin (20/6/2016) menjelaskan bahwa sebanyak 87 anak berkebutuhan khusus yang menimba ilmu pendidikan di sini langsung ditangani oleh 15 tenaga guru yang telah memiliki kompetensi di bidangnya. 


Menjadi guru SLB tidak sama dengan guru reguler, guru SLB diperlukan kesabaran, ketelatenan, pendekatan yang baik, sentuhan dan yang paling penting menggunakan hati dalam mendidik anak berkebutuhan khusus. Apalagi kalau mendidik anak autis yang masih baru,perilakunya kan, aneh-aneh anak seperti ini harus ditangani satu guru,jadi harus bisa menganggap anak yang sedang di didik itu seperti anak sendiri. 

”Kalau mendidik anak SLB ya,memang sulit tapi kan kasihan siapa lagi yang akan mendidik toh mereka juga punya hak untuk mendapatkan pendidikan, terkadang saya meneteskan air mata kalau melihat anak berkebutuhan khusus yang harus ditangani oleh guru yang bersangkutan,” ujar Tuti Suwarni yang merupakan istri kepsek SDN 010 Mujiyo. 

Integrasi antar jenjang dalam bentuk sekolah luar biasa (SLB) lanjut dia adalah satu atap, yakni satu lembaga penyelenggara mengelola jenjang TKLB, SDLB, SMPLB,dan SMALB dengan seorang kepala sekolah. Sedangkan integrasi antar jenis kelainan,maka dalam satu jenjang pendidikan khusus di selenggarakan layanan pendidikan berbagi beberapa jenis ketunaan,yakni terdiri dari TKLB, SDLB, SMALB, masing-masing sebagai satuan pendidikan yang berdiri sendiri. 

Kemudian soal kegiatan di sekolah seperti eskul tidak ada bedanya dengan sekolah pada umumnya misalkan Pramuka, angklung, robana serta anak-anak juga diajarkan keterampilan bagaimana cara membersihkan kaca dan lain-lain tujuannya agar ke depannya bisa lebih mandiri. Bukan hanya itu saja hasil karya dari anak SLB yang sudah dihasilkan cukup banyak salah satunya adalah membuat sandal, sandaran tempat duduk yang dibuat dari kain bekas. Semua peralatan di SLB cukup lengkap termasuk alat peraga, ruang komputer, ruang tata boga, musala termasuk ruang perpustakaan. 

”Kemudian prestasi yang pernah diraih cukup banyak ada siswa kami yang bernama Arief Rachman Hakim mewakili Kaltim dalam lomba Kewirausahaan FLS2N PKLK ke tingkat nasional dan meraih juara harapan 3, Irfan Kamil Al Madudi mengikuti juara Bulu tangkis juga ke tingkat nasional namun tidak berhasil menjadi juara, pada tahun 2014 Irfan Kamil Al Madudi kembali ikut turnamen bulu tangkis tingkat nasional dan berhasil meraih juara harapan 1 dan masih banyak lagi juara yang pernah dihasilkan baik tingkat kota maupun tingkat provinsi,” kata Tutik suwarni yang ramah itu. (katono)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM