Selasa, 07 Juni 2016

Mustaqim : Puasa, PNS Harus Tetap Semangat Kerja


Mustaqim
PENAJAM, KABARKALTIM.CO.ID-Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H. Mustaqim MZ mengharapkan semua PNS tetap saling mengingatkan tugas dan kewajiban sebagai pegawai. Selain itu bulan puasa juga jangan jadi alasan untuk malas-malasan, datang terlambat ke tempat bekerja yang pada akhirnya pelayanan kepada masyarakat terganggu. 

“Puasa, jangan dijadikan alasan untuk PNS malas bekerja. Selama puasa, kita tetap memiliki kewajiban. Dan jangan karena puasa, jadi tidak maksimal memberikan pelayanan, ”terang Mustaqim saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (6/6/2016).

Dijelaskan dia, selama dalam bulan ramadan, PNS telah diberikan toleransi dari pemerintah, yaitu dengan pengurangan jam kerja yang ada. Bila pada hari biasa masuk kantor pukul 07.30, selama ramadhan masuk kantor pada pukul 08.00 wita. Begitu juga waktu pulang kantor bagi PNS menjadi pukul 15.30 Wita sementara pada hari biasa pada pukul 16.00 Wita. 


“Semua itu tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi Pegawai yang melaksanakan Ibadah Puasa. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi PNS untuk bermalas-malasan, terlambat masuk kantor dan sebagainya," pintanya. 

Dikatakan Mustaqim, ibadah puasa adalah kewajiban bagi seluruh umat Islam di dunia. Namun selain bernilai sebagai ibadah, puasa juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Jadi sudah sepantasnya manusia patut bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan tahun ini untuk menjalankan puasa. 

“Dalam tubuh kita terdapat banyak racun dari sisa-sisa makanan yang kita makan ataupun akibat penggunaan zat kimia pada produk-produk tertentu. Dengan puasa, mampu membersihkan racun dari dalam tubuh kita tersebut, sehingga tubuh kita akan lebih sehat. Belum lagi manfaat lain, seperti dengan berpuasa dapat mencegah diabetes, kolesterol, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kinerja otak dan masih banyak manfaat lain dari kita berpuasa, “terang dia. 

Ditambahkan dia,  puasa sesungguhnya tidak susah dilaksanakan, hanya melatih manusia untuk lebih bersabar sereta menjaga segala organ manusia seperti tangan, mata, mulut, tangan kaki dan sebagainya untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang dan dapat membatalkan puasa. Contoh jelas seperi makan, minum, berbuat maksiat dan sebagainya. 

“Inikan perubahan biasa saja, cuma menggeser waktu makan siang saja. Yang tadinya jam makan siang pada siang hari, kini dijadikan sore hari, yakni waktu berbuka puasa. Begitu juga dengan makan pagi, kini dijadikan sahur,” tambah Mustaqim. (humas6)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM