Kamis, 23 Juni 2016

Guru MI Al Irsyad Ikuti Training Pendidikan di Jepang





BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Negara Jepang terkenal dengan teknologinya yang sangat maju, bahkan mengalahkan negara adidaya dunia yaitu Amerika Serikat. Selain itu juga Negara Matahari Terbit yang sangat menjunjung  tinggi kebudayaan di tengah–tengah badai globalisasi. Tapi semua itu tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses yang sangat panjang. Proses yang panjang itu ditempuh melalui pendidikan yang baik, sehingga menghasilkan output yang baik. 

Ternyata pemerintah Jepang juga punya program berupa training atau pelatihan guru Indonesia, program yang ditawarkan oleh pemerintah Jepang melalui pemerintah Indonesia ini hanya untuk para guru Indonesia yang ingin ikut pelatihan tentang pendidikan. Salah satunya adalah Idris SPdI, guru Madrasah Ibdidaiyah Al Irsyad DDI Balikpapan yang merupakan guru bidang studi olahraga. 


Dimana guru yang satu ini telah lolos seleksi untuk mengikuti training ke Jepang yang diikuti 13 peserta dari Indonesia selama 18 hari. Saat ditemui di ruang guru MI Al Irsyad Idris menjelaskan, setahun yang lalu tepatnya mengikuti training ke Jepang, mengikuti program pelatihan yang ditawarkan oleh pemerintah Jepang melalui Kementrian Indonesia. 

"Kemudian kami mengikuti program ini segala persyaratan kami kirimkan ke pusat, yang pada akhirnya kami lolos seleksi. Program ini diikuti oleh guru se-Indonesia tapi yang lolos seleksi hanya 13 guru. Segala pemberangkatan dan akomodasi selama di Jepang biaya ditanggung oleh pemerintah Jepang,” ujar Idris. 

Bagaimana yang diketahui tentang dunia pendidikan di Jepang? Dikatakan Idris lebih jauh bahwa siswa-siswi dari mulai jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA telah memiliki karakter yang baik, kesadaran terhadap lingkungan kebersihan pun sangat tinggi. Bahkan ketika jam istirahat siswanya tidak dibenarkan untuk keluar lingkungan sekolah, karena segala fasilitas seperti menu makanan telah disediakan oleh pihak sekolah. Kebiasaan yang dilakukan para siswanya adalah melaksanakan kebersihan lingkungan selama 30 menit begitu pula kedisiplinannya juga sangat tinggi. 

Lalu kebiasaan lainnya mulai dari SD, SMP dan SMA pihak sekolah wajib menyedikan makan untuk para siswanya. Jadi soal melaksanakan kebersihan lingkungan tidak perlu menggunakan jadwal, karena siswa-siswi di sana kesadarannya sangat tinggi, tanpa harus disuruh. Kemudian tenaga pendidik atau guru harus punya lisensi yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang, jadi walaupun lulusan dari latar belakang pendidik tapi kalau belum memiliki lisensi tidak bolah menjadi guru pengajar. 

"Artinya menjadi guru pengajar betul-betul guru yang memiliki kualitas," tutur Idris. 

Bagaimana kesejahteraan guru di Jepang? Menurut Idris menjadi guru di Negara Matahari Terbit sangat sejahtera,  guru TK saja gajinya kalau dirupiahkan mencapai Rp 10 juta, Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Jadi kalau dibandingkan pendapatan guru Indonesia dengan guru di Jepang jauh lebih sejahtera. 

Menimba ilmu di bangku SD, SMP dan SMA selain menerima pelajaran akademik maupun non akademik juga diajarkan tentang pelajaran rumah tangga seperti memasak, menjahit, membuat tas dan lain sebagainya, cerita Idris. 

Kepala Madrasah Al Irsyad DDI Balikpapan M Ishaq ketiak dimintai tanggapan seputar tentang gurunya yang berangkat training ke Jepang, sangat bangga dan memberikan apresiasi kepada Idris yang merupakan guru bidang olahraga yang mendapatkan kesempatan mengikuti training ke Jepang. Harapannya dari hasil pelatihan selama di Jepang  bisa diaplikasikan di MI Al Irsyad dan mampu memberikan ilmu pada guru lainya khususnya tenaga guru di Madrasah Ibdidaiyah Al iRsyad. (ktn)

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM