Kamis, 02 Juni 2016

Expose Peluang Investasi PPU, Rizal Effendi : Balikpapan-PPU Satu Kesatuan Pembangunan


Rizal Effendi
BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan, Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) adalah dua wilayah dengan satu kesatuan pembangunan. Dengan kata lain, kedua daerah ini adalah seperti satu mata uang dengan dua sisi. Di luar administratif kedua wilayah ini adalah satu kesatuan, baik bidang ekonomi, bidang  pembangunan dan sebagainya.
 
“Majunya Balikpapan adalah majunya PPU dan  majunya PPU adalah majunya Balikpapan. Oleh karena itu,  kita saling membangun dan melengkapi kebutuhan daerah yang ada, ” terang Rizal Effendi saat membuka Expose Peluang Insvestasi Kabupaten PPU yang digagas oleh Lembaga Pemberdayaan Wiraswasta Indonesia (LPWI) di Hotel Benakutai Balikpapan, Rabu, (1/6/2016).  
 
Diterangkan Rizal, memang benar kebutuhan pangan di Balikpapan banyak disuplai dari PPU. Bahkan menurutnya ke depan diharapkan suplai kebutuhan pangan Balikpapan cukup disuplai dari Kabupaten PPU dan tidak perlu lagi dari luar daerah.  
 
Hal itu menurutnya, PPU telah menunjang itu semua. Karena daerah PPU kaya dengan berbagai potensi mulai perkebunan, peternakan, perikanan dan sebagainya. Selama ini Balikpapan dalam memenuhi kebutuhan pangan harus menyuplai dari Surabaya dan Sulawesi. Ke depan diharapkan  kebutuhan-kebutuhan tersebut cukup disuplai dari PPU.
 
“Kebutuhan kita, seperti telur ayam sebanyak 2 juta perhari 90 persen disuplai dari Sulawesi dan Jawa Timur. Begitu juga kebutuhan-kebutuhan lainnya seperti daging sapi dan sebagainya. Padahal PPU memiliki potensi itu semua yang jika telah dikembangkan dengan baik tentu akan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut baik bagi PPU sendiri  maupun Balikpapan, “ terangnya.
 
Namun kata Rizal, semua ini akan lebih terjalin dengan baik bila kelak jembatan penghubung PPU-Balikpapan telah terbangun. Karena dengan adanya jembatan, kata dia, segala aktivitas dalam masyarakat akan menjadi lebih muda dan cepat. 
 
Dirinya mengatakan, bahwa sebenarnya salah jika ada pihak yang mengatakan Balikpapan tidak mendukung pembangunan jembatan tersebut. Terutama ada ungkapan yang menyebut bahwa Ketua DPRD Balikpapan tidak setuju. Namun nyatanya kata dia, Ketua DPRD Balikpapan telah menandatangani persetujuan pembangunan jembatan itu.
    
“Memang selama ini ada sejumlah pandangan bahwa jembatan tersebut nantinya akan jatuh di titik Melawai, pelabuhan Semayang atau koneksi dengan jalan tol Balikpapan. Sehingga diperlukan pengkajian yang lebih mendalam. Sementara bila di titik PPU, memang tidak ada persoalan karena daerahnya masih luas, “ terang Rizal.
 
Menurutnya, jembatan ini akan menjadi lebih penting seiring pembangunan di Kaltim ke depan. Salah satunya adalah dalam beberapa waktu ke depan, Bandara Sungai Siring yang berada di Samarinda akan digunakan. Dalam hal ini kata dia, sebagian besar masyarakat Kaltim wilayah selatan yang selama ini  menggunakan jasa  bandara di Balikpapan tentu beralih ke Samarinda. 

“Untuk itu lanjutnya, salah satu fungsi pembangunan jembatan penghubung Balikpapan-PPU adalah merupakan strategi daerah untuk menciptakan kemajuan pembangunan di daerah, mempermudah masyarakat dalam melakukan aktifitas sehari-hari, “ jelasnya. 
 
Saat ini di Balikpapan lanjutnya, program 1 juta rumah terus dilakukan. Pengembangan-pengembangan perumahan bagi masyarakat juga terus dilaksanakan. Akhirnya akan terjadinya penyempitan lahan. Padahal kata dia, diharapkan idealnya hanya 52 persen lahan untuk perumahan, sisanya sebagai lahan terbuka hijau.
 
“Melihat kondisi itu, satu-satunya jalan adalah melakukan pengembangan ke wilayah Kabupaten PPU yang memang masih memiliki daerah kosong sangat luas,“ terang dia. (humas6 ppu)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM