Sabtu, 18 Juni 2016

Dilengkapi Banyak Fasilitas, SPS Kusuma Cerdaskan Usia Dini


BALIKPAPAN, KABARKALTIM.CO.ID-Dipastikan masyarakat Kota Balikpapan belum sepenuhnya mengetahuI apa itu Satuan PAUD Sejenis (SPS).  Mau tahu? Satuan PAUD Sejenis yang disingkat menjadi (SPS) adalah lembaga yang menyelenggarakan pendidikan di luar Taman Kanak-kanak, Kelompok Bermain dan Taman Penitipan Anak. 

SPS ini berfungsi memberikan pendidikan sejak dini dan membantu meletakkan dasar ke arah pengembangan sikap, perilaku, perasaan, kecerdasan, sosial dan fisik, yang diperlukan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. 


Seperti halnya SPS kusuma 24 yang letaknya berada di kawasan Sepinggan Balsel setahap demi setahap sudah banayak mengalami kemajuan. Apalagi sekarang ini sudah memiliki gedung sendiri yang dilengkapi beberapa fasilitas pendidikan seperti tempat untuk bermain, taman bacaan, ruang pertemuan PKK, ruang perpustakaan, ruang guru dan kamar WC. 

Setiap harinya gedung SPS yang dibangun dari dana swadaya masyarakat ini digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan program Satuan PAUD Sejenis, terutama dalam pengembangan pendidikan usia dini. Kepala SPS Kusuma 24 Yuliantini SPd saat disambangi kabarkaltim mengatakan, yang termasuk dalam Lembaga Pendidikan Satuan PAUD Sejenis adalah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang merupakan wahana kesejahteraan ibu dan anak yang berfungsi sebagai tempat pelayanan terpadu mencakup aspek perawatan kesejahteraan dan gizi, terutama bagi ibu hamil dan balita. 

Bina Keluarga Balita (BKB) bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada orang tua dan anggota keluarga lainnya tentang  tata cara mendidik anak, mengasuh serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Pos PAUD adalah program layanan pendidikan yang diintegrasikan dengan program Bina Keluarga Balita dan Posyandu, ujar Yuliantini yang merupakan guru di SDN 013 Balsel. 

Bagaimana dengan proses belajar mengajarnya?menurut Yuliantini bahwa dalam pengembangan pendidikannya tidak lain adalah membina,membimbing dan mengarahkan kepada anak yang masih usia dini untuk belajar sopan santun membaca,menghitung, tentang keimanan, dan senam pagi.Kemudian setiap paginya anak –anak ini datang ke SPS membawa bekal makanan secukupnya yang mengandung gizi, tujuanya untuk membiasakan diri sarapan pagi. 

Selain itu para orang tua memberikan makanan tambahan makanan bergizi seminggu sekali kepada semua anak-anak SPS dengan cara bergiliran,seperti bubur kacang ijo,bubur jagung, bubur mutiara, bubur ayam, bubur manado,agar-agar, kue pie, biskuit, ,kue boneka, buah pisang dan bihun. Kemudian tentang prestasi lanjut dia sudah banyak yang diraih diantaranya pernah anak-anak ini menjadi juara lomba busana Muslim, lomba keaksaraan, jambore PTK PAUD, bayi balita. 

Tapi yang paling utama adalah bagaimana agar anak-anak yang masih usia dini bisa tumbuh dan berkembang melalui pendidikan Satuan PAUD Sejenis agar ke depannya bisa menjadi anak yang sehat dan cerdas.Ada berapa SPS? Menurut Yuliantini awalnya hanya 5 SPS termasuk SPS Kusuma ini, seiring perjalanan waktu dan berkembang menjadi 32 SPS yang ada di Kota Balikpapan. 

Problematika yang dialamai dalam mengadakan Pos PAUD saat itu kurangnya tenaga (Pendamping) yang professional.Hal ini dikarenakan adanya sifat sukarela dalam kegiatan pelaksana Pos PAUD.Jarang orang yang sudah profesional mau bergabung pada Pos Paud,kecuali orang tersebut punya jiwa sosial yang tinggi. 

”Kita berharap pemerintah memperhatikan Pendidikan Anak Usia Dini.Jika pendidikan ini tertata dengan benar maka generasi muda mendatang menjadi generasi yang cerdas berilmu dan beriman,semoga bangsa ini menjadi bangsa yang cerdas,” tutup Yuliantini yang ramah tamah itu.(ktn)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM