Senin, 23 Mei 2016

Serangan Jantung Pembunuh Utama Manusia

Latihan beri napas bantuan pada bayi. (bahar sikki/kk)
SANGATTA,KABARKALTIM.CO.ID- Penyakit jantung merupakan pembunuh utama manusia yang menempati nomor  urut wahid di dunia. Untuk itu, Bagian Pemberdayaan Masyarakat Sekretariat Kabupaten Kutai Timur menyelenggarakan pelatihan cara tepat menolong pasien yang mendadak denyut jantungnya berhenti agar bisa bertahan hidup. Acara tersebut menghadirkan  narasumber dari Perhimpunan Dokter Spesialis Korduvakuler Indonesia (PERKKI) Surabaya.  Puluhan dokter  RSUD Kudungga Sangatta ikut menambah pengetahuan dalam momentum upaya menekan korban meninggalkan akibat serangan jantung.

Dahulu Kepala Inspektorat Wilayah Kabupaten Kutai Timur Fachruddin meninggal mendadak sewaktu salat tarwih berjamaah. Juga Wakil Ketua DPRD Kutim Suardi meninggal mendadak karena sakit jantung. Beberapa bulan lalu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kutim Muhammad Joni menghembuskan napas terakhit lantaran sakit jantung.

Berkaitan dengan penayakit serangan mengintai tiap insan, maka Bagian Permberdayaan Masyarakat Sekretariat Kabupaten Kutai Timur mengadakan pelatihan advanced cardiac life suppport (ACLS) dilangsungkan di ruang Meranti, Kantor Bupati, Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi selama 5 hari, yakni 24-29 Mei 2016.

Dr Agus Subagyo SpJP memaparkan, penanganan pasien sakit jantung berbeda-beda. Kalau pasien sakit jantung untuk orang dewasa bisa dilakukan kompresi dengan menggunakan dua tanggan, dengan recoil (daya tekan) sekira 5 centimeter kurang dari 10 detik. Kalau pasien usia anak bisa dilakukan dengan menggunakan satu tangannya dalam kompresi. Tapi pasien bayi yang lagi sakti jantung bisa dilakukan dengan tekanan dua jari saja.


"Pasien sakit jantung bisa ditolong menggunakan napas bantuan. Yaitu, bisa dari mulut ke mulut. Dari mulut ke hidung. Atau dari mulut menggunakan alat sungkup ," urai Agus Subagyo, Selasa (24/5/2016).

Dalam kondisi darurat pertolongan pertama pada pasien hanya bisa dilakukan pada tenaga medis profesional. Ini dimaksud agar si-penderita penyakitnya bisa tertangani dengan baik. Jangan sampai kita bermaksdu menolong tapi justru menambah  beban derita korban,

Kepala Bagian Pemberdayaan  Masyarakat Setkab Mardiani menambahkan, pelatihan penanganan penderita sakit jantung sengaja dilakukan mengingat penyakit jantung bukan hanya menyerang orang dewasa, tapi juga menyerang anak-anak bahkan balita, (ri)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM