Minggu, 06 Maret 2016

APBD PPU Defisit, Harimuddin : Harus Bangun Industri Pariwisata

PENAJAM, KABARKALTIM.CO.ID-Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Penajam Paser Utara (PPU) Tahun 2016 mengalami defisit sekitar Rp 300 miliar. Hal ini jadi perhatian Ketua Ketua Yayasan Bangun Penajam, Harimuddin Rasyid.
Dia mengatakan suatu wilayah baik itu negara, kota/kabupaten bisa dikatakan sukses jika pengusaha lebih banyak daripada pegawainya dan harus bisa memangun industri salah satunya pariwisata dan tidak terlalu banyak membangun kantor serta sesuatu yang tidak terlalu prioritas karena itu memberatkan APBD dan tidak akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Sejak Penajam Paser Utara berdiri lebih kurang Rp 2 milliar, setelah Penajam Paser Utara hampir 14 tahun belum mencapai PAD Rp 50 miliar, dan untung saja ada dana migas sekitar Rp 1 triliun lebih tetapi belanja pegawainya kurang lebih Rp 750 miliar dan itu tidak balence, terjadilah dampak defisit anggaran," ujar Harimuddin.
 
"Migas, batu bara dan kayu itu bisa habis, wisata ditingkatkan buat sesuatu menghasilkan pendapatan, kurangi pegawai, perbanyak pengusaha jika ingin makmur PPU,".

Selain itu perlu diketahui lahirnya kabupaten ini bukan akhir suatu perjuangan, baru awal. Justru harus hati-hati membelanjakan APBD. Tidak ada alasan untuk tidak meningkat PAD, apalagi daerah pemekaran masyarakat harus sejahtera.

Dia lain pihak Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) PPU  Alimuddin mengatakan : "Menurut saya ini adalah hal yang unik terjadi, tapi ini menyeluruh se- Indonesia, bukan  hanya PPU, bagi saya tetap harus optimis bahwa keuangan negara akan normal kembali,sekarang nilai tukar Rupiah juga sedang menguat. Kondisi ini bagi saya tidak harus menunda pembangunan, tetapi menyesuaikan dengan keuangan,"

"Contoh, kalau kita perlu 10 ribu tapi yang ada cuma 3 ribu, yang kita belanjakan 3 ribu, jangan berhenti untuk menunggu 10 ribu dulu baru membngun. Kalau begitu namanya stagnan. Hal terpenting adalah bagaimana sekarang memaksimalkan sumber daya yang ada. Maksimalkan potensi pelabuhan dan lain-lain. Kita jangan lagi terlalu berharap penuh pada sumber alam yang semakin berkurang," lanjut Alimuddin. (hmd)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM