Oktober 04, 2021

Ahok (BTP) Tegas, Beri Peringatan Keras kepada Kontraktor Pelaksana

KABARKALTIM.CO.ID, Balikpapan -- Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan peringatan keras kepada kontraktor pelaksana pembangunan proyek ekspansi kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ahok yang baru saja mengunjungi proyek RDMP Balikpapan, Senin (27/09/2021), akhirnya menyuarakan pendapatnya terhadap progres pembangunan proyek kilang yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini. 

 
Dia tak segan mengingatkan agar kontraktor segera menyelesaikan proyek dengan kualitas terbaik.

Dari komentarnya itu terlihat bahwa dia mengingatkan agar proyek ini jangan sampai molor dari target yang ditentukan, yakni 2024.

“Diingatkan agar kontraktor segera menyelesaikan proyek dengan kualitas terbaik, serta tanpa tambahan biaya yang bisa merugikan Pertamina, maupun nilai keekonomian proyek ke depannya,” tulis Ahok, seperti dikutip dari akun resmi Instagramnya @basukibtp.

Dia pun menginginkan agar proyek ini selesai dengan segala konsekuensinya tapi tetap harus sesuai dengan aturan yang ada.

“Kita mau proyek ini selesai dengan segala konsekuensinya, tetapi harus tetap sesuai aturan dan asas keadilan,” imbuhnya.

Sebelumnya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Refining & Petrochemical PT Pertamina (Persero), mengatakan terus berupaya menuntaskan proyek RDMP Balikpapan yang ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada 2024 mendatang.

Corporate Secretary PT KPI, Ifki Sukarya, mengatakan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe akan dibagi ke dalam dua fase, di mana fase pertama ditargetkan rampung pada 2024 dan fase kedua pada 2026.

Fase pertama ini akan meningkatkan kapasitas olahan minyak mentah di kilang Balikpapan dari saat ini 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph, serta menghasilkan produk bahan bakar minyak (BBM) dengan standar Euro V.

“Produk standar Euro V sendiri memiliki keunggulan yang utama yaitu lebih ramah lingkungan dengan bahan bakar minyak yang lebih berkualitas dengan tingkat konsumsi yang lebih hemat,” tuturnya. Dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Rabu (30/06/2021).
 
Pada fase kedua, fleksibilitas pasokan minyak mentah di kilang ini akan ditingkatkan, sehingga kilang akan mampu mengolah minyak mentah yang lebih banyak tersedia di pasaran dengan harga lebih ekonomis, yaitu minyak mentah asam (sour crude) dengan kandungan belerang (sulfur) sebanyak 2%.

Ifki mengungkapkan bahwa hingga akhir Juni proyek RDMP Balikpapan telah mengalami kemajuan pembangunan fisik sebesar 35,74%. PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) sebagai penanggung jawab proyek juga telah melaksanakan acceleration meeting dengan joint operation (JO) pelaksana proyek.(*/mo)
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Follow Kami

NEWS UPDATE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM