Desember 22, 2019

Khitanan Massal Berlangsung Khidmat

Khutan massal (baharsikki/kk)
BONTANG, KABARKALTIM.CO.ID- Perusahaan plat merah PT. Pupuk Kaltim genap usia 42 tahun. Pada Hari Ulang Tahun (HUT) perusahaan pabrik pupuk  yang berlokasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) merayakan dengan beragam kegiatan sosial. Diantaranya, khitanan massal.

Tepat, Minggu (22/12/2019) khitanan massal digelar di Klinik Dhuafa depan PasarCitra Mas Loktuan. Ratusan anak laki muslim antrian ‘potong burung’  didamping orangtua masing-masing yang dipraktik tim medis Rumah Sakit Pupuk Kaltim.


Kegiatan sosial dalam mewujudkan kesehatan anak serta mendekatkan diri kepada Allah SWT terselenggara berkat kerjasama PT Pupuk Medical Utama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pupuk Kaltim.

“Dana khitanan massal ini bersumber dari zakat karyawan perusahaan pupuk,” kata Ketua panitia Nur Wachid di sela acara berlangsung, Minggu pagi.

Minat warga dalam penguatkan akidah islam disambut antusias. Di saat pagi hujan turun, tak menyurutkan semangat para peserta khitan serta panitia dalam melaksanakan kegiatan keagamaan yang mungkin  hanya sekali dijalani seorang muslim semasa hidupnya.

Mereka berbondong-bondong menuju arena khitan. Tiba di arena, peserta memperlihatkan kartu undangan untuk absensi ditukar nomor antrian serta mendapat bingkisan berisi snack, sarung, kopiah,celana khitan,  uang saku, sertifikat, foto, obat, serta baju gamis secara gratis. Usai ganti pakaian, tiap peserta khitan diabadikan fotonya masing-masing. Berikut,  duduk di kursi tersedia sambil menunggu  panggilan giliran masuk bilik khitan

Dalam ruangan khitan berjajar ranjang pasien sebagai sarana medis guna memudahkan tim dalam melakukan tugas mulia. Berbekal pengetahuan yang memadai tim dengan lincah menggunakan peralatan medis yang sudah siap di atas meja.

Proses khitan, pasien tak mengeluarkan darah saat burungnya dipotong. Pemotongan dilakukan bukan menggunakan gunting, tapi pakai alat eletronik mirip solder (penyambung elemen pada elektrik). Suasana ruang klinik peuh khidmat. Pasalnya, bocah laki-laki ada yang merasa takut ‘ burungnya’ dipotong. Ada pasien teriak histris saat tim medis sedang kerja ‘burungnya’ “sakit-sakit, sakitii.....” katanya.

Padahal sebelum dipotong, tim medis lebih dahulu menyuntik bius lokal ke dalam  “burung” demi menghilangkan rasa sakit. Tapi lag-lagi rata-rata pasien tetap saja merintih kesakitan. Cucuran air mata meleleh membasahi muka mereka. Spontan tangan pasien mengusap muka mereka yang basah karena linangan air mata. Alhamdulillah satu kewajiban orangtua terhadap buah hatinya sudah tuntas. Terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya khitanan. (baharsikki)


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Kami

NEWS UPDATE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM