Juni 11, 2019

Belum Semua Desa di Kutim Dialiri Listrik

Tiang Listrik roboh di Desa Martadinata, Kec. Teluk Pandan. (baharsikki/kk)
SANGATTA, KABARKALTIM.CO.ID- Bupati Ismunandar menyebutkan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki luas 25.747,50 kilometer persegi dibagi 18 kecamatan dan 139 desa definitif, serta 2 kelurahan dengan jumlah penduduk 435 ribu jiwa. Semua kecamatan sudah dialiri listrik. Tapi warga yang bermukim di desa-desa masih ada yang belum menikmati aliran listrik sebagai penerangan. Mereka di malam hari masih menggunakan penerangan dari obor minyak (lentera).

Desa- desa di Kutim yang sudah dialiri listrik sudah mencapai sekira tujuh puluh sampai delapan puluh persen. Berarti masih ada sekira 20 persen desa yang belum ada listriknya,” kata Ismunadar ketika ditemui di ruang kerjanya pada hari pertama masuk kerja pasca perayaan Idulfitri 1440 Hijriah.
Kecamatan Sandaran, Busang dan Ancalong lanjut bupati Kutim, termasuk belum semua desa-desanya dialiri listrik. Insya Allah kedepan semua desa di dalam wilayah Kutim dialiri listrik.
Meskipun dalam melaksanakan pembangunan khusus listrik, Pemkab Kutim tak mungkin berkerja sendiri menghadapi tantangan dalam merealisasikan dambaan masyarakat. Pembangunan listrik di pelosok bisa diwujudkan bila semua pemangku kepentingan terlibat secara terpadu.
Kalau diesel biayanya mahal. Bagusnya komunal, ongkosnya murah dengan energi terbarukan. Nanti dicari produk buatan Indonesia,” jelas Ismunandar, Senin (10/6/2019).
Tiang tumbang listrik ketika hujan deras.Senin (3/6/2019)
Karena permukiman warga di desa, ada yang rumahnya berjauhan. Nah, untuk pemasangan tiang perlu ada campurtangan investasi Pemkab. Karena kalau PLN (Perusahaan Listrik Negara, Red) punya hitung-hitungan ekonomis tersendiri dalam membangun jaringan listrik.
Misalnya, di Tanjung Mangkaliat, Sandaran ada potensi air di sana bisa dijadikan sumber energi. Di Pulau Miang, sebagian warga sudah menikmati listrik komunal, sisanya akan ditambah. Berikut, di Kecamatan Busang dan Ancalong ada jarak sekira lebih 100 meter panjang kabel belum ada rumah di situ. Semua itu akan dibenahi bertahap. Yang nyata di desa yang sudah ada listriknya. Ada yang menyala hanya selama 6 jam sehari semalam. Ada yang menyala sampai 12 jam saja. Berari malam saja nyalanya. Tapi ada juga yang sudah menyala 24 jam, sehari semalam. (baharsikki)

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM