Maret 19, 2019

Perlu Penetapan Komoditas Unggulan

Arara konsultasi publik di Kutim. (baharsikki/kk)
KUTIM, KABARKALTIM. CO.ID- Sejatinya, penetapan komoditas unggulan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) lebih awal dilakukan masa kepemimpinan Bupati Ismunandar bersama Wakil Bupati Kasmidi Bulang. Tapi sayangnya, hingga tahun ke-4, kemimpinannya baru dibicarakan penetapan komoditas unggulan dalam rapat konsultasi publik Rancangan Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD) 2020.
Dalam konsultasi publik dan Forum gabungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilangsungkan 18 -19 Maret 2019 di Ruang Akasia Gedung Serbaguna, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, narasumber Prof. Juraemi mengurai, tema peningkatan nilai tambah komoditas unggulan perlu dipahami; apa itu nilai tambah (add value), apa itu komoditas unggulan.

Nilai tambah adalah adanya kenaikan nilai akibat suatu proses. Misalnya, komoditi kelapa sawit di Kutim. Kalau tandang buah segar (TBS) hanya diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO), kemudian dijual ke luar negeri, tentunya nilainya lebih sedikit ketimbang TBS diolah menjadi minyak goreng, mentega dan sabun. Sudah pastinya harganya lebih banyak. Berarti akan terjadi nilai tambah.
Berikut, penetepan komoditas unggulan diperlukan adanya kajian. Karena penetapan komoditas unggulan ada prasyarat yang harus terpenuhi. “Saya belum melihat ada komoditas unggulan. Kita sudah bicara nilai tambah. Bicara nilai tambah, perlu dahulu penetapan komoditas unggulan,” tandaskan Juraemi.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Edward Azra mengatakan, dalam visi misi bupati dan wakil bupati, yaitu mewujudkan kemandirian Kutim melalui pembangunan agribisnis dan agroindustri melalui pendekatan holitik tematik, terintegrasi dan spasial.
Adapun isu strategis 2020 dengan mensandingkan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Di antaranya: peningkatan produksi pangan; peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas unggulan. Maka tema pembangunan Kutim 2016 adalah peningkatan pelayanan dasar dan infrastruktur; tema pembangunan 2017 adalah peningkatan pelayanan dassar dan infrastrutur perdesaan; dan tema pembangunan 2018 adalah peningkatan produksi pangan dan komoditas unggulan serta potensi unggulan.
Tema pembangunan Kutim tahun 2019 adalah pemantapan produksi pangan dan komoditas unggulan. Sehingga pada tahun 2010 tema pembangunan Kutim adalah peningkatan nilai tambah komoditas unggulan,” harap Edward Azran.. (baharsikki)

Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Follow Kami

NEWS UPDATE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM